Area Pembuangan Sampah di Balam Disulap Jadi Taman Bermain Anak

Masyarakat sekitar cukup antusias fasilitas baru itu

Bandar Lampung, IDN Times- Minimnya tempat bermain anak dan kurangnya ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung membuat Lurah Gunung Sari, Akbar Mandari Putra memanfaatkan lahan kosong milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi taman bermain anak dan ruang terbuka hijau. Taman yang menghabiskan dana ratusan juta tersebut baru dibuka tiga hari ini.

1. Lurah prihatin banyak anak bermain di jalan dan ramai kendaraan

Area Pembuangan Sampah di Balam Disulap Jadi Taman Bermain AnakIDN Times/Silviana

Akbar merasa prihatin melihat anak-anak di kelurahannya bermain di jalan dan cukup membahayakan karena banyak kendaraan besar yang melintas. Mengingat daerah tersebut dekat dengan terminal bus. Melihat lokasi kosong yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar, Ia berinisiatif membangun taman bermain dengan memanfaatkan dana desa.

Lahan milik PT KAI tersebut sudah dikontrak selama satu tahun. Namun Akbar mengatakan pihak PT KAI tak mempermasalahkan lahan tersebut digunakan bahkan sampai lima tahun mendatang.  

“Sebenarnya ide banyak dan sudah saya ungkapkan ke masyarakat mereka pada setuju. Cuma dari sekian banyak ide itu baru taman bermain ini yang terealisasi,”ungkap akbar pada Rabu (28/10/2020).

Baca Juga: Kisah Inspiratif Iin Muthmainnah Mendongeng hingga Pelosok Negeri

2. Sediakan pusat kebugaran refleksi bagi lansia

Area Pembuangan Sampah di Balam Disulap Jadi Taman Bermain AnakIDN Times/Silviana

Selain tersedianya wahana bermain seperti perosotan, kemudian gorong-gorong. Taman tersebut juga menyediakan pusat kebugaran refleksi bagi lanjut usia (lansia) dan sarana olahraga pull up untuk anak-anak dan remaja.

Lahan seluas 120 meter persegi yang sudah di sulap menjadi tempat bermain  tersebut berlokasi di Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung.

Masyarakat sekitar cukup antusias menyambut adanya pembukaan lahan bermain tersebut. Terlihat bagaimana lokasi yang baru dibuka tersebut sudah ramai dikunjungi. Namun untuk saat ini taman tersebut belum memiliki nama, masih menggunakan ruang terbuka hijau dan taman bermain anak kelurahan Gunungsari.

3. Berniat membuka konsep wisata pelangi

Area Pembuangan Sampah di Balam Disulap Jadi Taman Bermain AnakIDN Times/Silviana

Terinspirasi dari tempat wisata yang ada di Malang, ke depannya Akbar berniat membuka wisata desa pelangi di Kelurahan Gunungsari. Menurutnya lokasi di kelurahan tersebut sangat strategis karena berada di dataran tinggi.

“Kalau naik ke atas sana itu indah pemandangannya. Saya ngeliat di Malang itu ada desa wisata cantik warna-warni. Ya lokasinya hampir kaya di sini,”tuturnya.

Menurutnya dengan dibukanya tempat wisata tentu akan menambah ekonomi masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan baru. “Paling tidak merubah ekonomi masyarakat yang tadinya jual pop es harganya  Rp2.000 jadi naik Rp5.000," katanya.

"Kan perekonomian berputar, lapangan pekerjaan juga bertambah. Nanti kalau ada tempat wisata pasti ada lahan parkir. Pemuda yang nggak ada lapangan pekerjaan bisa memanfaatkan lahan parkir itu,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Pemuda Indonesia Berkarya untuk Negeri dan Sesama

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya