Bandar Lampung, IDN Times - Proses pengeringan kopi robusta biasanya membutuhkan waktu hingga dua minggu kini bisa dipangkas menjadi hitungan jam. Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Robustera, alat pengering kopi memanfaatkan limbah kopi dan energi surya.
Robustera diterapkan bersama Kelompok Tani Sinarbanten di Desa Gunung Sadar, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Teknologi ini dirancang untuk membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap cuaca sekaligus meningkatkan efisiensi pengeringan kopi robusta Lampung.
