Bandar Lampung, IDN Times - Rencana pemerintah mengenakan pajak sebesar 11 persen terhadap layanan digital, termasuk langganan aplikasi kebugaran Strava Premium menuai tanggapan negatif dari kalangan pelari di Kota Bandar Lampung.
Salah seorang pelari di Bandar Lampung, Jo mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi membuat pengguna berpikir ulang untuk berlangganan Strava Premium. Padahal, menurutnya, fitur premium memberikan banyak manfaat bagi pelari yang ingin meningkatkan performa.
"Kalau Strava Premium kan banyak fitur tambahan untuk evaluasi latihan, meningkatkan performa, sampai diskusi. Beda dengan yang gratis. Kalau ditambah pajak lagi, saya khawatir banyak pelari yang akhirnya gak berlangganan lagi," ujarnya dimintai keterangan, Senin (6/7/2026).
