Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Operasi Ketupat Krakatau 2026, Korban Meninggal Lakalantas Naik
Dua truk fuso yang terlibat lakalantas di Jalinsum Medan Aceh (IDN Times/ istimewa)
  • Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026, korban meninggal akibat kecelakaan naik menjadi 13 jiwa, sementara luka ringan dan berat menurun dibanding tahun sebelumnya.
  • Polda Lampung mencatat penurunan 16 persen kasus kecelakaan berkat strategi lapangan dan pengawasan real-time melalui laporan langsung serta aplikasi Siger Lampung Presisi.
  • Titik rawan di Lintas Timur dan Lintas Tengah tetap diawasi ketat saat arus balik Lebaran, dengan imbauan agar pemudik beristirahat di pos pengamanan atau rest area bila lelah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak orang mudik di Lampung dan polisi kerja keras jaga jalan. Tapi ada 13 orang meninggal karena kecelakaan, lebih banyak dari tahun lalu. Orang yang luka malah lebih sedikit sekarang. Polisi lihat jalan lewat kamera setiap jam dan kasih tahu pengemudi supaya hati-hati. Mereka juga suruh orang istirahat kalau capek biar aman di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat selama Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026, fatalitas korban meninggal dunia naik dari 11 jiwa tahun lalu menjadi 13 jiwa pada 2026. Data 13 korban jiwa itu akumulasi 13-25 Maret 2026,

Sedangkan jumlah korban luka ringan turun dari 75 orang menjadi 46 orang. Sementara korban luka berat turun dari 63 orang menjadi 57 orang periode 2026.

1. Kasus kecelakaan turun 16 persen

ilustrasi kecelakaan (pexels.com/gustavoring)

Berdasarkan data jumlah kejadian kecelakaan tercatat sebanyak 54 kasus. Angka itu turun 16 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 64 kejadian.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, penurunan kejadian lakalantas merupakan hasil dari strategi matang di lapangan. Kabupaten Lampung Tengah menjadi titik dengan angka kecelakaan tertinggi, yakni 14 kejadian didominasi oleh kendaraan roda dua.

Hal ini dipicu oleh posisi Lampung Tengah sebagai jalur lintas utama bagi pemudik, dari arah Jakarta maupun Sumatera Selatan. Kecerobohan pengemudi dalam menjaga jarak aman dan saat menyalip masih menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di jalur tersebut.

2. Pengawasan real time

Polresta Bandar Lampung menyiapkan rekayasa arus lalu lintas menuju kawasan wisata pantai Pesawaran. (Dok. Polresta Balam).

Terkait menekan angka kecelakaan menurut Yuni ditopang pengawasan real-time dilakukan polisi.

"Setiap jam Kasatlantas harus melakukan live report untuk melaporkan perkembangan situasi di titik-titik kepadatan pengemudi kendaraan," tegasnya.

Selain itu, Ditlantas Polda Lampung juga mengerahkan Satgas Kamseltibcarlantas. Tujuannya, memberikan imbauan langsung serta meluncurkan inovasi digital melalui aplikasi Siger Lampung Presisi agar masyarakat dapat memantau titik keramaian secara mandiri.

3. Titik krusial Lintas Timur dan Lintas Tengah

Personel Pos Pam Polres Pesawaran bertugas mengatur lalu lintas libur Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026). (Dok. Polres Pesawaran).

Disinggung arus balik Lebaran 2026, hngga saat ini, titik-titik krusial seperti Lintas Timur dan Lintas Tengah tetap menjadi perhatian utama petugas. Itu guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh pemudik.

Polda Lampung mengimbau para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Yuni menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas pos pengamanan dan rest area yang telah disediakan, seperti Pos Gayam, Pos Ekspo, serta berbagai rest area di jalur tol mulai dari KM 20B hingga 49B.

"Imbauan kami kepada masyarakat yang akan balik ke wilayah Jawa, jika merasa mengantuk, lebih baik parkir dan istirahat dulu. Kami menyediakan fasilitas di jalur arteri maupun tol agar masyarakat tidak mengemudi dalam kondisi lelah yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain," tegas kabid humas.

Editorial Team