Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sambangi kawasan TNWK
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sambangi kawasan TNWK. (Dok. Pemprov Lampung).

Intinya sih...

  • Mulai dikerjakan 2026, sudah masuk tahap surveiBerdasarkan hasil dialog mitigasi konflik gajah dan manusia di TNWK, pemerintah pusat bersama Pemprov Lampung telah menyiapkan langkah terpadu, salah satunya membangun pagar permanen.

  • Antisipasi gajah kembali masuki pemukiman warga desa penyanggaPembangunan pagar pembatas dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga.

  • Dibutuhkan sinergitas lintas sektoralSinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan kawasan konserv

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten mengerahkan personel TNI AD mengawal proses pembangunan pagar pembatas permanen sepanjang kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, keterlibatan dan penempatan prajurit itu merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah di Provinsi Lampung.

“Personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu membantu masyarakat menghalau gajah liar, sekaligus menjaga keamanan desa penyangga TNWK," ujarnya, Senin (26/1/2026).

1. Mulai dikerjakan 2026, sudah masuk tahap survei

Kawasan gajah konservasi di TNWK, Lampung Timur. (Dok. Pemprov Lampung).

Berdasarkan hasil dialog mitigasi konflik gajah dan manusia di TNWK, Kristomei menyebutkan, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menyiapkan langkah terpadu, salah satunya membangun pagar permanen.

Menurutnya, pagar pembatas tersebut dirancang berdiri sekitar sepanjang 60-70 kilometer membentangi wilayah perbatasan kawasan konservasi setempat.

"Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan saat ini telah memasuki tahap survei. Langkah ini krusial, mengingat konflik manusia dan gajah di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun," katanya.

2. Antisipasi gajah kembali masuki pemukiman warga desa penyangga

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sambangi kawasan TNWK. (Dok. Pemprov Lampung).

Kristomei melanjutkan, pembangunan pagar pembatas tersebut nantinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga.

Oleh karena itu, sambil menunggu pembangunan rampung, personel TNI diterjunkan untuk membantu masyarakat desa penyangga mengantisipasi masuknya kawanan gajah ke permukiman.

"Warga kerap mengalami kerugian akibat rusaknya lahan pertanian dan fasilitas umum. Dalam sejumlah kasus, konflik bahkan berujung pada korban jiwa," katanya.

3. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral

Wisata kawasan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. IDN Times).

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

“Selain pembangunan infrastruktur, keterlibatan TNI diperlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalkan ancaman gajah liar ke permukiman,” imbuhnya.

Editorial Team