Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Langka! Fenomena Venus Menghilang di Balik Bulan Diamati dari Lampung
Fenomena pengamatan Venus dibalik bulan. (Dok. Observatorium Astronomi Itera Lampung)
  • Okultasi Venus oleh Bulan diamati dari Lampung dan sejumlah wilayah Indonesia pada Senin malam, 14 September 2026, saat Venus tampak menghilang sementara.
  • Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung mendokumentasikan Bulan menutupi Venus sekitar pukul 19.56–19.57 WIB dari rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Itera.
  • Pengamatan kolaboratif bersama jejaring observatorium memperkuat kegiatan astronomi berbasis observasi serta mendorong masyarakat dan generasi muda mempelajari dinamika benda langit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Fenomena astronomi langka berupa okultasi Venus oleh Bulan diamati dari sejumlah wilayah di Indonesia, Senin (14/9/2026) malam. Itu turut diamati Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) bersama jejaring observatorium di berbagai daerah, termasuk Observatorium Bosscha, Bandung.

Di Lampung, pengamatan dilakukan dari rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera). Tim OAIL mendokumentasikan momen ketika piringan Bulan melintas di depan Venus hingga membuat planet tersebut tampak menghilang untuk sementara dari pandangan.

1. Venus tertutup Bulan pada pukul 19.56 WIB

Ilustrasi aktivitas pengamatan astronomi di lingkungan kampus Itera. (Dok. OAIL).

Berdasarkan hasil pengamatan, Kepala Pusat OAIL, Annisa Novia Indra Putri mengatakan, proses okultasi Venus oleh Bulan terjadi sekitar pukul 19.56 hingga 19.57 WIB, tepatnya ketika piringan Bulan menutupi Venus.

Okultasi Venus oleh Bulan disebut merupakan fenomena ketika Bulan melintas di depan Venus dari perspektif pengamat di Bumi. Kondisi tersebut membuat Venus terlihat seolah menghilang sementara di balik piringan Bulan.

"Fenomena ini menjadi kesempatan menarik untuk mengamati secara langsung dinamika posisi benda-benda langit," katanya.

2. OAIL berkolaborasi dengan observatorium di berbagai daerah

Potret udara kampus Itera, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. (Dok. Itera).

Annisa menjelaskan, pengamatan fenomena tersebut merupakan bagian dari kegiatan kolaboratif OAIL bersama jejaring observatorium di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, fenomena langit yang sama dapat diamati dan didokumentasikan dari lokasi berbeda. Data dan dokumentasi hasil pengamatan juga dapat menjadi bagian dari penguatan jejaring kegiatan astronomi berbasis observasi di Indonesia.

"Pengamatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarobservatorium dan komunitas astronomi di Indonesia. Keterlibatan OAIL dari Lampung menunjukkan bahwa pengamatan fenomena astronomi dapat dilakukan dari berbagai daerah, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal fenomena langit secara langsung," jelasnya.

3. Dorong generasi muda tertarik pada astronomi

Ilustrasi aktivitas pengamatan astronomi di lingkungan kampus Itera. (Dok. OAIL).

Selain mendokumentasikan fenomena astronomi, Annisa menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya OAIL memperkenalkan astronomi kepada masyarakat.

Menurutnya, OAIL mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan observasi dan sains berbasis pengamatan. Dengan demikian, fenomena astronomi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai dinamika benda-benda langit.

"Dari Lampung, OAIL turut mengambil bagian dalam mendokumentasikan fenomena langit yang dapat diamati secara langsung oleh masyarakat," imbuh Annisa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article