Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi (Pexels/Monstera Production)
Prospek ekonomi Lampung yang positif turut memperkuat optimisme terhadap investasi daerah. Dalam sesi panel diskusi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan, ekonomi Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh 5,0–5,6 persen, ditopang konsumsi rumah tangga, pertanian, industri pengolahan, dan investasi.
"Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah," ujar Bimo.
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan dunia usaha terus diperkuat untuk mempercepat realisasi investasi berkelanjutan. Sepanjang 2026, Bank Indonesia telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mencakup peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.
"Melalui LEIF 2026, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat investasi berkualitas, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi dan inklusif," papar Bimo.