Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 4 September 2026, Potensi Gelombang Tinggi
ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)
  • BMKG Maritim pada 4 September 2026 memperingatkan potensi gelombang sedang hingga tinggi di perairan barat dan selatan Lampung, dengan angin tenggara serta hembusan hingga sekitar 30 knot.
  • Samudra Hindia Barat Lampung menjadi wilayah paling perlu diwaspadai dengan gelombang hingga 2,5 meter; Selat Sunda Selatan hingga 2,4 meter dan Perairan Barat Lampung hingga 2,3 meter.
  • Nelayan, kapal penyeberangan, wisata, dan pengguna perairan terbuka diminta berhati-hati karena angin kencang serta kabut dini hari; pelayaran Bakauheni–Merak perlu mengikuti informasi BMKG, ASDP, dan syahbandar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung berdasarkan pembaruan terbaru BMKG Maritim, Jumat (4/9/2026) perlu mendapat perhatian. Itu karena, sejumlah perairan bagian barat dan selatan masih berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi.

Angin umumnya bertiup dari sektor tenggara dengan kecepatan sekitar 12–20 knot, dan hembusan dapat mencapai sekitar 30 knot di beberapa lokasi. Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Samudra Hindia Barat dan Perairan Barat

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop)

Samudra Hindia Barat Lampung merupakan wilayah paling perlu diwaspadai. Pada 4 September, gelombang diprakirakan sekitar 2,2–2,5 meter.

Angin bertiup dari tenggara sekitar 17–20 knot, dengan hembusan hingga 30 knot. Gelombang tertinggi sekitar 2,5 meter diprakirakan pada dini hari, kemudian turun ke kisaran 2,2–2,4 meter sepanjang siang hingga malam.

Sedangkan Perairan Barat Lampung, gelombang diprakirakan sekitar 2,0–2,3 meter. Dini hari kondisi dapat mencapai 2,3 meter, kemudian berada di sekitar 2,0–2,1 meter pada siang hari.

Angin dari tenggara sekitar 12–17 knot, dengan hembusan mencapai 24–26 knot. Pada dini hari terdapat prakiraan kabut, kemudian berawan tebal pada pagi hingga sore.

2. Selat Sunda Selatan, Pesisir Selatan dan Perairan Timur

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris)

Selat Sunda Selatan Lampung gelombang diprakirakan 2,1–2,4 meter, sehingga masuk kategori sedang. Angin tenggara sekitar 12–17 knot dengan hembusan hingga 31 knot pada malam hari. Kondisi cuaca berubah dari udara kabur pada dini hari menjadi berawan dan berawan tebal sepanjang siang.

Di Perairan Pesisir Selatan Lampung, gelombang berada pada kisaran 1,8–2,2 meter dan relatif konsisten sepanjang hari. Angin awalnya dari timur laut sekitar 4 knot, kemudian berubah menjadi barat laut dan tenggara dengan kecepatan hingga 11 knot.

Sementara Perairan Timur Lampung kondisinya relatif lebih tenang dibandingkan wilayah barat dan selatan. Prakiraan BMKG menunjukkan gelombang sekitar 1,1–1,5 meter, dengan potensi mencapai kategori sedang sekitar 1,5 meter.

3. Peringatan untuk pelayaran

ilustrasi gelombang tinggi (commons.wikimedia.org/Luis Ascenso)

Perlu mendapat perhatian khusus:

  • Samudra Hindia Barat Lampung: hingga 2,5 meter

  • Selat Sunda Selatan: hingga 2,4 meter

  • Perairan Barat Lampung: hingga 2,3 meter

  • Pesisir Selatan: hingga 2,2 meter

  • Hembusan angin dapat mencapai 27–31 knot di beberapa perairan.

  • Kabut/udara kabur berpotensi mengurangi jarak pandang pada dini hari.

Dengan kondisi tersebut, nelayan kecil, kapal penyeberangan, kapal wisata, dan pengguna perairan terbuka perlu lebih berhati-hati, terutama di wilayah barat dan selatan Lampung. Untuk penyeberangan Bakauheni–Merak, kondisi Selat Sunda Selatan Lampung pada 4 September masih tergolong gelombang sedang sekitar 2,1–2,4 meter, sehingga aktivitas pelayaran tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi ASDP/BMKG dan arahan syahbandar.

4. Data lengkap perairan Lampung

Perairan

Cuaca

Angin

Gelombang

Keterangan

Samudra Hindia Barat Lampung

Berawan tebal

Tenggara 17–20 kt

2,2–2,5 m

Sedang, mendekati tinggi

Perairan Barat Lampung

Kabut–berawan tebal

Tenggara 12–17 kt

2,0–2,3 m

Sedang

Selat Sunda Selatan Lampung

Udara kabur–berawan tebal

Tenggara 12–17 kt

2,1–2,4 m

Sedang

Perairan Pesisir Selatan Lampung

Berawan tebal

Timur laut–tenggara 4–11 kt

1,8–2,2 m

Sedang

Perairan Timur Lampung

Cerah/udara kabur

Timur–tenggara

Sekitar 1,1–1,5 m

Rendah–sedang

Curated For You

Editorial Team

Related Article