ilustrasi pasangan suami istri (pexels.com/Matheus Bertelli)
Salah satu penyebab kita membandingkan pasangan adalah anggapan kasih sayang harus ditunjukkan dengan cara tertentu. Sebagian orang merasa dicintai ketika mendapatkan kata-kata romantis.
Sebagian lainnya lebih menghargai waktu berkualitas, bantuan nyata, sentuhan yang disepakati bersama, atau pemberian sebagai bentuk perhatian. Perbedaan tersebut terkadang membuat seseorang merasa pasangannya kurang menyayangi dirinya.
Apalagi jika ia melihat pasangan lain lebih ekspresif dalam menunjukkan kasih sayang. Misalnya, pasanganmu jarang mengunggah foto bersama di media sosial, sedangkan pasangan temanmu sering menunjukkan kemesraan. Kamu kemudian merasa hubunganmu kurang istimewa.
Padahal, frekuensi mengunggah foto bukan ukuran mutlak kualitas hubungan. Ada pasangan yang senang menunjukkan kemesraan di ruang publik, sementara pasangan lainnya lebih nyaman menjaga kehidupan pribadi.
Daripada berfokus pada cara pasangan lain menunjukkan kasih sayang, cobalah memahami bagaimana pasanganmu mengekspresikan perhatian dan bagaimana kamu ingin diperlakukan.
Jika ada kebutuhan yang belum terpenuhi, bicarakan secara terbuka. Hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang terlihat paling romantis, melainkan bagaimana kedua pihak saling memahami dan memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Kebiasaan membandingkan pasangan dengan orang lain bisa muncul karena pengaruh media sosial, ekspektasi yang terlalu tinggi, ketidakpuasan dalam hubungan, ketakutan salah memilih pasangan, hingga perbedaan cara mengekspresikan kasih sayang.
Perasaan tersebut tidak otomatis berarti kamu tidak mencintai pasangan. Namun, jika terus dibiarkan, perbandingan bisa membuatmu sulit menghargai hubungan yang sedang dijalani dan mengabaikan masalah yang sebenarnya perlu diselesaikan.
Cobalah mengalihkan perhatian dari kehidupan asmara orang lain menuju kualitas hubunganmu sendiri. Kenali kebutuhan emosional, komunikasikan harapan dengan jelas, dan evaluasi apakah hubungan kalian dibangun atas dasar rasa hormat, kepercayaan, serta usaha bersama.
Ingat, kamu tidak harus memiliki hubungan yang terlihat sempurna seperti orang lain. Hubungan yang baik bukan tentang siapa yang paling romantis atau paling sering mendapatkan kejutan, melainkan tentang bagaimana dua orang saling bertumbuh, menghadapi masalah, dan menciptakan kebahagiaan dengan cara mereka sendiri.