Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Perbaikan PJU Titik Rawan Bandar Lampung Sambut Lebaran 2026?
Ilustrasi PJU Bypass Mandalika Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Dishub Bandar Lampung fokus memperbaiki dan memasang PJU di titik rawan menjelang Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik serta meningkatkan keamanan masyarakat.
  • Pemetaan dilakukan dengan menggabungkan data Dinas PU dan hasil patroli lapangan guna menentukan lokasi prioritas, sementara penambahan traffic light belum direncanakan kecuali ada kebutuhan mendesak.
  • Dishub melibatkan masyarakat melalui laporan ke RT atau kelurahan terkait area minim penerangan, agar pemasangan PJU bisa segera dilakukan demi keselamatan dan pencegahan tindak kejahatan jalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung memprioritaskan perbaikan dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
  • Who?
    Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, bersama tim Dishub dan dukungan Wali Kota Eva Dwiana serta partisipasi masyarakat setempat.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di wilayah Kota Bandar Lampung, mencakup permukiman padat penduduk dan pusat keramaian yang minim pencahayaan.
  • When?
    Persiapan dan koordinasi dimulai pada Rabu, 25 Februari 2026, menjelang masa angkutan Lebaran tahun 2026.
  • Why?
    Tindakan ini bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus mudik, serta mengurangi potensi tindak kejahatan di area gelap.
  • How?
    Pemetaan dilakukan melalui data Dinas PU dan patroli lapangan, disertai laporan warga melalui RT atau kelurahan untuk menentukan lokasi prioritas perbaikan PJU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Menjelang angkutan Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung (Dishub) memprioritaskan perbaikan dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan dan minim pencahayaan di wilayah Bandar Lampung.

Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menegaskan langkah tersebut menjadi fokus utama guna mendukung kelancaran arus mudik dan meningkatkan rasa aman masyarakat.

“Secepatnya kami akan melakukan rapat koordinasi dengan DPRD Kota Bandar Lampung untuk membahas hal itu (PJU). Fokusnya perbaikan PJU di beberapa titik rawan yang perlu perhatian,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

1. Pemetaan titik buta lampu

ilustrasi lampu jalan hemat energi yang fokus menerangi jalan tanpa membuang cahaya ke langit (unsplash.com/Sreehari Devadas)

Saat ini, Dishub memetakan kawasan kerap disebut sebagai titik buta lampu, yakni wilayah dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi namun masih minim penerangan. Socrat menjelaskan, kawasan tersebut meliputi permukiman padat penduduk hingga pusat-pusat keramaian.

"Untuk menentukan lokasi prioritas, kami menggabungkan data dari Dinas PU (Pekerjaan Umum) dengan hasil patroli lapangan yang selama ini dilakukan. Dari hasil tersebut, akan dipetakan titik yang membutuhkan penambahan maupun perbaikan PJU sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

2. Belum ada penambahan traffic light

ilustrasi traffic light (pexels.com/Soly Moses)

Terkait penambahan lampu lalu lintas, Socrat menyebut hingga kini belum ada rencana penambahan traffic light baru. Penambahan hanya akan dilakukan apabila terdapat perempatan baru atau kebutuhan mendesak berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah menerangi lokasi yang rawan dan masih gelap, sejalan dengan arahan Wali Kota Eva Dwiana.

“Prioritas kami lokasi yang rawan dan masih gelap. Sesuai perintah ibu Wali Kota, Bandar Lampung harus terang agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

3. Libatkan peran aktif masyarakat

Contoh lampu penerangan jalan di Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Selain melakukan survei langsung dengan sistem jemput bola, Dishub juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan lokasi yang membutuhkan penerangan tambahan.

Warga diminta menyampaikan laporan melalui RT atau kantor kelurahan setempat agar segera ditindaklanjuti.

“Kami tidak hanya menunggu laporan. Tim juga turun langsung ke lapangan. Tapi kami harap warga aktif melapor jika ada lingkungan padat penduduk atau tempat keramaian yang masih minim penerangan,” ucap Socrat.

Menurutnya, pemasangan PJU tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan pengendara dan pejalan kaki sekaligus meminimalisir potensi tindak kejahatan jalanan.

“Titik-titik gelap yang selama ini rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan akan menjadi target utama pemasangan PJU,” tuturnya.

Editorial Team