- Muhammad Qoiyim Syukuri, jemaah Kloter 30 JKG asal Kabupaten Lampung Timur, meninggal di RS King Faisal Mekkah pada 11 Juni 2024 pukul 11.00 WAS.
- Rasdiyanah Tahar Tamban, jemaah Kloter 36 JKG asal Kota Bandar Lampung, meninggal di RS An Noor pada 13 Juni 2024 pukul 13.00 WAS.
- Siti Rahma binti Mat Bako, jemaah Kloter 30 JKG asal Lampung Timur, meninggal di RS An Noor pada 16 Juni 2024 pukul 11.38 WAS.
- Sukarjo Ratmowarsito Joyo, jemaah Kloter 49 JKG asal Tanggamus, meninggal di Mekkah pada 18 Juni 2024 pukul 19.00 WAS.
- Taminem binti Siswo Suwito, jemaah Kloter 46 JKG asal Tulang Bawang Barat, meninggal di Mekkah pada 20 Juni 2024 pukul 00.30 WAS.
- Hasnawi Hasanudin Yusuf, jemaah Kloter 3 JKG asal Bandar Lampung, meninggal di RS king Faisal Mekkah pada 21 Juni 2024 pukul 05.55 WAS.
Jemaah Haji Lampung Mulai Kembali, Jumlah Wafat di Tanah Suci Menurun

- Jumlah jemaah haji wafat di Lampung turun dari tahun lalu, hanya 6 orang dari total 7.301 jemaah diberangkatkan.
- Mayoritas yang meninggal adalah lansia dengan penyakit bawaan, sebagian besar karena faktor usia dan kelelahan.
- Pemeriksaan kesehatan ketat dilakukan sebelum keberangkatan, namun Kakanwil Lampung tetap mengajak masyarakat untuk mendoakan para jemaah yang meninggal dunia.
Bandar Lampung, IDN Times - Jemaah haji asal Provinsi Lampung berangsur mulai kembali ke kampung halaman mulai, Minggu (23/6/2024). Tren jumlah jemaah wafat di tahun ini turun dibanding 2023.
Berdasarkan catatan diterima IDN Times hingga Senin (24/6/2024), jumlah jemaah Lampung wafat di Tanah Suci tercatat enam orang dari total seluruh jemaah diberangkatkan 7.301 jemaah. Rinciannya, jemaah haji reguler terdiri 7.135 jemaah dan 95 petugas Kloter serta 46 petugas haji daerah.
Sedangkan jumlah jemaah haji Lampung wafat saat melaksanakan ibadah haji pada 2023 sebanyak 12 orang jemaah.
1. Meninggal faktor usia dan memiliki penyakit bawaan

Terkait pendataan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Lampung, Puji Raharjo mengamini catatan jumlah tersebut menurun dari tahun lalu. Sedangkan enam jemaah haji meninggal di tahun ini sebagian besar karena faktor usia dan memiliki penyakit bawaan.
Pasalnya, dari seluruh jumlah jemaah diberangkatkan tahun ini mayoritas berusia lanjut alias lansia terdiri dari 1.598 orang dengan jemaah menggunakan kursi roda sebanyak 296 jemaah.
"Dari keenam jemaah, hanya ada satu jemaah haji yang meninggal karena kelelahan. Jumlah ini termasuk yang terendah dalam penyelenggaraan haji di Lampung,” ucapnya.
2. Dilakukan pemeriksaan kesehatan ketat

Dalam pelaksanaan haji tahun ini, Puji Raharjo melanjutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan ketat sebelum para jemaah diberangkatkan.
Bahkan hasil pemeriksaan atau istitha’ah kesehatan menjadi syarat utama bagi jemaah untuk melakukan pelunasan, sehingga para jemaah dalam keadaan sehat saat berangkat.
“Sampai hari ini hanya enam, mudah-mudahan tidak ada lagi jemaah kita yang meninggal sampai semuanya tiba pulang ke Lampung,” jelasnya.
3. Ajak masyarakat Lampung mendoakan para jemaah wafat

Puji menambahkan, pihaknya turut mengajak segenap masyarakat untuk mendoakan para jemaah haji meninggal dunia baik sebelum berangkat, maupun meninggal dunia di Tanah Suci.
"Mari kita sama-sama berdoa, agar amal dan ibadah para jemaah telah mendahului kita dapat diterima di sisi Allah SWT," tandasnya.
4. Daftar enam jemaah meninggal dunia

6 orang jemaah haji Lampung meninggal dunia di Tanah Suci.



















