Itera Sulap Tongkol Jagung jadi Briket Bernilai Ekonomis

- Mahasiswa KKN Itera mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket bahan bakar alternatif di Desa Srikaton, Pringsewu, Lampung.
- Pengolahan limbah jagung dilakukan dengan teknologi material sederhana untuk dorong energi alternatif dan edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
- Kegiatan KKN Itera juga meliputi susun peta potensi desa, akses pendidikan, dan turnamen bulu tangkis SD se-Lampung untuk dorong karakter generasi muda.
Pringsewu, IDN Times - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket bahan bakar alternatif di Desa Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Ketua Kelompok KKN 11 Itera, Armando Andika Putra Silaban, mengatakan, inovasi ini lahir dari persoalan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa.
Menurutnya, tongkol jagung biasanya dibuang atau dibakar kini diolah menjadi briket bernilai guna dan bernilai jual. Program tersebut menjadi fokus utama kegiatan KKN Tematik Itera sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna sekaligus mendukung semangat hilirisasi hasil pertanian di tingkat desa.
1. Dorong energi alternatif lewat olahan limbah jagung

Armando menyampaikan, pengolahan limbah jagung dilakukan dengan teknologi material sederhana agar mudah dipahami dan direplikasi oleh masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian berpotensi menjadi solusi energi alternatif di pedesaan.
“Tongkol jagung bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sumber energi alternatif jika diolah dengan teknologi yang tepat,” ujar Armando.
Selain mengolah tongkol jagung menjadi briket, Armando mengatakan, mahasiswa KKN Itera juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga. Edukasi ini diberikan untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar.
2. Susun peta potensi desa dan dorong akses pendidikan

Selain itu, lanjut Aramndo, di bidang perencanaan pembangunan desa, tim KKN menyusun Peta Potensi dan Tutupan Lahan Desa Srikaton berbasis data. Peta tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengidentifikasi sebaran sumber daya alam secara lebih akurat dan terukur sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan.
"Selama KKN, kami juga melaksanakan kegiatan pengajaran rutin di sekolah dasar serta menggelar Kampus Expo di SMA Negeri 1 Adiluwih. Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," ujarnya.
3. Turnamen bulu tangkis SD se-Lampung dorong karakter generasi muda

Pengembangan karakter generasi muda turut dilakukan melalui penyelenggaraan turnamen bulu tangkis tingkat sekolah dasar se-Lampung. Kegiatan olahraga tersebut diikuti oleh 60 tim dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Ketua Pelaksana kegiatan, Fajar Nugli Hendrawan, menyampaikan antusiasme peserta menunjukkan potensi Desa Srikaton sebagai ruang pengembangan bakat olahraga bagi anak-anak dan remaja. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Desa Srikaton berpotensi menjadi wadah pengembangan bakat olahraga bagi generasi muda di Pringsewu,” kata Fajar.
Ia berharap, melalui pengolahan limbah menjadi energi alternatif, pemetaan desa berbasis data, serta kegiatan pendidikan dan pengembangan karakter, kehadiran mahasiswa Itera bisa memberikan dampak berkelanjutan bagi kemandirian desa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.


















