Bandar Lampung, IDN Times - Perwakilan dari Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia Lampung, Mutia Jaya Singa, sekaligus dosen di Fakultas Pertanian Universitas Lampung melihat pemimpin sebagai pijakan utama dalam sebuah lembaga, termasuk universitas.
Namun apa jadinya jika pimpinan harus tercekat dalam kondisi di mana ia ditawari oleh berbagai pihak untuk berlaku tidak bersih, misalnya berperilaku korupsi, suap, gratifikasi, dan sebagainya.
“Seperti di dalam kampus ini saja, tidak mungkin rektor yang lama (Karomani) itu bekerja sendiri (dalam kasus suap PMB Unila 2022). Pasti ada saja orang-orang yang memiliki visi sama dengan beliau. Maka saya ingin tahu bagaimana cara bakal calon rektor menolak praktik tak bersih itu,” kata Mutia di acara Penyampaian Visi Misi Bacarek Unila 2023-2027, Selasa (20/12/2022).
