Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Daerah di Lampung Terimbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
  • Enam wilayah di Lampung—Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat—terimbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Pemprov Lampung menyatakan belum ada potensi tsunami karena tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 157 meter; perkembangan aktivitas dan sebaran abu terus dipantau.
  • Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang, memakai masker, membersihkan abu dengan air, serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Enam kabupaten/kota di Provinsi Lampung terkena imbas sebaran abu vulkanik imbas aktivitas Gunung Anak Krakatau. Daerah itu yakni, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan, berdasarkan keterangan Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, saat ini tidak terdapat potensi tsunami. Hal tersebut karena ketinggian Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter.

"Kondisi ini jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pada 2018 yang mencapai sekitar 390 meter saat terjadi tsunami. Setiap perkembangan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun potensi sebaran abu vulkanik akan terus dipantau dan disampaikan berdasarkan data serta informasi resmi dari instansi teknis terkait," jelas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, Minggu (6/9/2026).

1. Abu menempel permukaan bersihkan pakai air

Penampakan debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Kabupaten Tanggamus dan Pesibar. (IDN Times/Istimewa).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Johan Lius, mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan melakukan langkah perlindungan diri apabila terdapat paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar. Terpenting menurutnya, masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan.

"Jika abu vulkanik terpantau di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai," kata Johan.

la menjelaskan, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila abu vulkanik masuk ke dalam rumah, pintu, jendela, dan ventilasi dapat ditutup sementara untuk mengurangi masuknya abu.

Jika abu menempel pada permukaan sebaiknya dibersihkan menggunakan air. Pembersihan dalam kondisi basah dapat membantu mengurangi abu kembali beterbangan dan terhirup.

"Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan atau iritasi, segera mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Kami juga terus berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk memantau kondisi masyarakat," jelas Jojam.

2. Masyarakat diminta mengacu informasi resmi

Ilustrasi informasi. (IDN Times/Agung Sedana)

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi agar perkembangan situasi dapat dipahami secara tepat.

Untuk memperoleh informasi teknis mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, serta pemerintah daerah setempat.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah," ujar Ganjar.

Menurutnya, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk arah dan potensi sebaran abu vulkanik, perlu mengacu pada data dan keterangan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai arah sebaran abu maupun perkembangan aktivitas gunung api yang belum mendapatkan konfirmasi dari instansi berwenang. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu," jelasnya.

3. Pemantauan dan kesiapsiagaan terus dilakukan

Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Di sisi lain, BPBD Provinsi Lampung bersama Pusdalops PB Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan kondisi di wilayah yang dilaporkan mengalami paparan abu vulkanik.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi paparan abu vulkanik. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dapat menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan kebutuhan penting dan obat-obatan pribadi tersedia sebagai bagian dari kesiapsiagaan keluarga.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Apabila terdapat perubahan kondisi di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengikuti arahan dari petugas maupun pemerintah daerah setempat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article