Bawang Merah di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto mengemukakan, dilihat dari sumbernya, inflasi Juni 2026 didorong kenaikan harga pada kelompok transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah bensin, dengan andil sebesar 0,21 persen (mtm). Kenaikan tersebut sejalan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pemerintah berlaku sejak 10 Juni 2026.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut memberikan andil terhadap inflasi Juni 2026. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng, dengan andil masing-masing sebesar 0,07 persen; 0,05 persen; 0,04 persen; dan 0,02 persen (mtm).
"Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh penurunan produksi pascapanen di sentra produksi. Sementara itu, harga tomat meningkat seiring tingginya permintaan dari program MBG di tengah keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu," urai Bimo, Kamis (2/7/2026).
Harga bawang putih juga meningkat akibat berkurangnya pasokan dari distributor, yang turut dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar Rupiah. Sementara kenaikan harga minyak goreng didorong oleh meningkatnya harga plastik sebagai salah satu komponen input produksi.