Harga Bumbu Dapur di Bandar Lampung Kompak Naik Jelang Ramadan

- Kenaikan harga bumbu dapur terjadi menjelang bulan Suci Ramadan 2025/1446 Hijriah, terutama pada komoditas cabai.
- Kondisi kenaikan harga terjadi secara bertahap, mulai dari sepekan menjelang hari pertama puasa Ramadan, dengan lonjakan harga cukup signifikan.
- Pedagang di pasar tradisional merasa lega karena stok ketersediaan barang dagangannya terbilang mencukupi meskipun terjadi lonjakan harga.
Bandar Lampung, IDN Times - Harga bumbu dapur di pasar tradisional Kota Bandar Lampung kompak naik menjelang bulan Suci Ramadan 2025/1446 Hijriah. Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas aneka cabai.
Berdasarkan pantauan IDN Times di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung Rabu (26/2/2025). Kenaikan harga terjadi pada mayoritas bumbu dapur semisal jahe merah dari Rp35 ribu kini Rp45 ribu per Kg, kunyit dari Rp10 ribu jadi Rp20 ribu per Kg. Kondisi serupa turut dialami pada komoditi kencur maupun rampai.
Selain itu, lonjakan harga dominan terjadi pada komoditas aneka cabai-cabaian, semisal cabai merah dari Rp50 ribu kini Rp60 ribu per Kg, cabai rawit dari Rp60 kini Rp70 per Kg. Kenaikan terutama pada jenis cabai caplak kini dijual Rp90 ribu per Kg.
1. Kenaikan bertahan sejak sepekan sebelum puasa

Salah satu pedagang di Pasar Pasir Gintung, Bambang mengatakan, kenaikan harga bumbu dapur pada lapak miliknya ini berlangsung secara bertahap, tepatnya mulai sepakan menjelang hari pertama puasa Ramadan di tahun ini.
Lebih lanjut kenaikan harga terjadi pada mayoritas jenis bumbu dapur, terutama aneka komoditas cabai mengalami lonjakan harga tergolong cukup signifikan.
"Rata-rata naik semua tapi bertahap, kenaikannya mulai terjadi dari seminggu terakhir ini, tapi tidak langsung 10 ribu tapi bertahap dari 3 sampai4 ribu," katanya.
2. Sebut harga naik lumrah menjelang hari besar keagamaan

Menurut Bambang, kondisi semacam ini lumrah terjadi menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan, tak terkecuali menyambut awal bulan suci Ramadan dikarenakan kebutuhan masyarakat cenderung meningkat dibanding hari-hari biasanya.
Meski terjadi lonjakan harga, namun pedagang di pasar-pasar tradisional cukup lega, dikarenakan stok ketersediaan barang dagangannya terbilang mencukupi.
"Alhamdulillah, ya ramai-ramai aja karenkan mau puasa. Kalau keluhan ada, tapi konsumen tetap beli karenakan kebutuhan, mungkin jumlah belinya mereka saja yang dikurangi," ucapnya.
3. Kenaikan disebut ikut dipicu akibat musim penghujan

Kondisi kenaikan harga komoditas bumbu dapur turut disampaikan Eka, pedagang lainnya di Pasar Pasir Gintung. Menurutnya, selain menjelang awal bulan Ramadan, kondisi serupa turut dipicu faktor cuaca eksterm terjadi belakangan ini.
"Mungkin karena musim penghujan juga, tapi alhamdulillah kalau stok untuk pedagang masih mencukupi," kata dia.



















