Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Anak Krakatau 31 Oktober 2026 Malam Erupsi 14 Kali
Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi 14 kali, Sabtu (31/10/2026). (Dok. Magma Indonesia).
  • Gunung Anak Krakatau mengalami 14 kali erupsi pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, sejak pukul 18.30 hingga 20.50 WIB, dan aktivitas letusan masih berlangsung.

  • Visual letusan tidak teramati, sementara rekaman seismogram mencatat amplitudo maksimum 0,0 mm dengan durasi sementara sekitar 0,0 detik menurut data Magma Indonesia.

  • Status Gunung Anak Krakatau tetap Level III Siaga; warga dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius 5 km serta diminta mengikuti arahan BPBD dan tidak percaya isu tsunami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi 14 kali, Sabtu (31/10/2026) malam. Erupsi itu terjadi sejak pukul 18.30 WIB hingga data terakhir pukul 20.50 WIB merujuk data Magma Indonesia dan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan.

Erupsi terjadi pukul 18:30; 19:15; 19:32; 19:38; ​19:42; dan 19:54 WIB. Lalu erupsi pukul 19:59 WIB Amplitudo Maksimal 51 mm, durasi 70 detik; pukul 20:02 WIB (Amplitudo maksimal 55 mm, durasi 117 detik); dan ​pukul 20:06 WIB (Amp. Maks 51 mm, Durasi 156 detik).

Selanjutnya pukul 20:11 WIB juga terjadi erupsi. Kemudian pukul 20:18 WIB (Amp. Maks 58 mm, Durasi 79 detik); ​​20:24 WIB (Amp. Maks 54 mm, Durasi 271 detik). Erupsi kembali terjadi pukul 20:39 dan 20:50 WIB.

Visual letusan tidak teramati. Selain itu, letusan terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 0.0 mm dan durasi sementara lebih kurang 0,0 detik. Letusan masih berlangsung saat artikel ini terbit.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar GAK dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi

  2. Masyarakat di sekitar GAK tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung api/

  3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

  4. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

  5. Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).

Curated For You

Editorial Team

Related Article