Bandar Lampung, IDN Times - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda tidak hanya menjadi persoalan kebencanaan. Gangguan terhadap jalur transportasi di kawasan tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap rantai pasok dan aktivitas ekonomi menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.
Peneliti Ekonomi Regional di Center for Urban and Regional Study (CURS), Erwin Octavianto mengatakan, Selat Sunda merupakan koridor strategis menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan, jaringan logistik, perdagangan, pariwisata hingga kawasan permukiman di Banten dan Lampung.
"Gangguan pada jalur transportasi di Selat Sunda dapat menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian. Dampaknya tidak hanya berupa tertundanya perjalanan, tetapi juga dapat meningkatkan waktu tempuh dan biaya distribusi barang," ujar pakar ekonomi asal Lampung tersebut, Senin (7/9/2026).
