Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Bandar Lampung Belum Tambah Trayek Angkot: Masih Uji Coba
Kadishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu. (IDN Times/Muhaimin)
  • Dishub Bandar Lampung menegaskan belum ada penambahan trayek baru, seluruh angkot masih beroperasi dengan pola lama sambil menjalani tahap uji coba.
  • Proses peremajaan armada terkendala karena sebagian besar kendaraan sudah tua dan pemilik khawatir tidak mampu mencicil kendaraan baru.
  • Sekitar 80 unit angkot masih aktif dalam masa uji coba, sementara Dishub mendorong perbaikan bertahap demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN TimesDinas Perhubungan Kota Bandar Lampung memastikan belum ada penambahan transportasi maupun trayek baru bagi angkutan kota (angkot) di Kota Tapis Berseri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrates Pringgodanu, mengatakan saat ini, operasional angkot masih menggunakan pola dan jalur lama sambil menjalani tahap uji coba trayek.

Ia menyebut pihaknya masih memberikan kesempatan uji coba trayek kepada angkot yang beroperasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali angkutan kota yang jumlahnya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami masih berikan uji coba. Tidak ada penambahan trayek baru, tetap pola yang lama,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

1. Pemilik terkendala peremajaan armada

Ilustrasi angkot. (IDN Times/Linna Susanti)

Socrat menyampaikan Dishub tengah berkoordinasi dengan para pemilik dan pengemudi angkot agar berani kembali mengoperasikan armadanya. Namun, mereka masih terkendala syarat pembaruan kendaraan.

Ia menjelaskan salah satu ketentuan yang harus dipenuhi adalah usia kendaraan yang lebih baru. Sementara sebagian besar armada yang ada saat ini tergolong kendaraan lama.

“Salah satu syaratnya kendaraan harus tahun yang lebih baru. Sementara yang ada sekarang ini kebanyakan kendaraan lama. Kami sudah informasikan, tapi para pemilik masih belum mau atau belum berani memperbarui kendaraannya,” jelasnya.

Ia menyebut, para pemilik angkot khawatir tidak mampu membayar cicilan kendaraan baru jika pendapatan operasional belum stabil.

"Kekhawatiran itulah yang membuat proses peremajaan armada belum berjalan maksimal," ungkapnya.

2. Sekitar 80 angkot masih beroperasi

Angkot Lampung. (Instagram/fikriwiranata94)

Sebagai solusi sementara, Dishub mengizinkan angkot lama tetap beroperasi dalam tahap uji coba trayek. Socrat mengungkapkan kebijakan ini dimaksudkan agar pemilik bisa melihat langsung potensi penumpang dan prospek usaha di lapangan.

“Kami perintahkan dan koordinir mereka untuk coba pakai angkot yang lama dulu. Kita uji coba. Kalau memang penumpangnya masuk dan prospeknya bagus, silakan perbarui angkotnya,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara dari koordinasi dengan organisasi angkutan, jumlah angkot yang saat ini beroperasi diperkirakan sekitar 80 unit. Namun, angka tersebut masih akan dikonfirmasi kembali.

3. Tak ada trayek baru

Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, Socrat Pringgodani. (IDN Times/Muhaimin)

Untuk trayek, Dishub menegaskan tidak ada penambahan jalur baru. Angkot tetap melayani rute lama seperti Rajabasa–Tanjung Karang, Way Halim–Tanjung Karang–Panjang, Tanjung Karang–Kemiling, serta sejumlah trayek dalam kota lainnya.

Socrat menambahkan, seluruh armada yang ada tetap perlu dilakukan perbaikan dan peremajaan secara bertahap agar memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Di satu sisi kita ingin menghidupkan angkutan kota. Tapi di sisi lain, mereka tetap harus memenuhi syarat demi keamanan dan kenyamanan pengguna,” tuturnya.

Editorial Team