Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disetujui BAN-PT, UBL Segera Buka Program S3 Manajemen
Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Bandar Lampung dimulai 10 Januari 2022. (Dok. UBL).

Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Bandar Lampung (UBL) sudah mendapat persetujuan dari BAN-PT untuk mendirikan program S3 Manajemen. Rencananya, program itu akan bergulir pada tahun anggaran 2022/2023.

“Tidak lama lagi izin program studi S3 Manajemen akan keluar dan ini jadi pionir sejarah untuk kita karena pendirian program Doktor untuk perguruan tinggi swasta di prodi manajemen atau bidang ekonomi kita satu satunya yang ada di Sumatera. Kita tunggu SK resmi dari Menteri dan Insha Allah kita mulai  pada tahun anggaran 2022/2023,” ujar Rektor UBL, M Yusuf Sulfarano Barusman dalam pernyataan resmi, Rabu (16/2/2022).

1. Tiga tahun beruntun predikat PTS terbaik se-Sumbagsel

Kepala LLDikti Wilayah II Prof Yuliansyah saat meyerahkan penghargaan Universitas Swasta Terbaik/Peringkat 1 kepada Rektor UBL, Prof M Yusuf S Barusman (kanan) di Novotel, Bandar Lampung (Sabtu 14/11/2020). (IDN Times/Istimewa).

Yusuf menjelaskan, UBL merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) 3 tahun berturut-turut mendapatkan predikat PTS terbaik se-Sumbagsel. Menurutnya, prestasi itu merupakan sebuah pengakuan pemerintah bahwa keberadaan UBL masuk perguruan tinggi unggul di wilayah 2 DIKTI,

“Ini dapat kita capai karena kita serius mengelola untuk bagaimana kita bisa mendidik mahasiswa kita dan berkiprah menyumbangkan pemikiran dan eksistensi kita agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan peran dosen yang juga cukup besar,” katanya.

Yusuf mengatakan, banyak pihak luar meminta bantuan rektor UBL untuk menujuk dosen terkait dalam kajian-kajian baik sebagai narasumber atau kajian lain. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBL ditahun keemasannya.

2. Dosen diminta andalkan penguasaan keilmuan

UBL menggelar Konferensi Dosen  S1 dan S2 di Auditorium Pascasarjana UBL berlangsung 14-15 Februari 2022. (Dok. UBL).

Yusuf menyatakan, ingin UBL terus tumbuh dan berkembang, serta berpesan kepada para dosen untuk selalu mengandalkan penguasaan pengetahuan bidang keilmuan dan dimanfaatkan untuk mahasiswa serta masyarakat agar pengetahuan tersebut dapat ditularkan dan dikembangkan.

"Sudah saatnya kita berkiprah dan UBL memberikan kesempatan pada dosennya untuk berkiprah dalam menunjukkan eksistensinya baik dalam bidang pendidikan maupun masyarakat. Kita sebagai dosen adalah karunia dari Allah SWT," jelasnya saat Konferensi Dosen  S1 dan S2 di Auditorium Pascasarjana UBL berlangsung 14-15 Februari 2022

Konferensi dosen merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh UBL sebagai sarana merefresh dan mengembangkan serta berbagi informasi-informasi terbaru mengenai perguruan tinggi baik skala nasional maupun internasional.

3. Dies Natalis ke-50

Rektor UBL, Prof M Yusuf Sulfarano Barusman. (IDN Times/Istimewa).

Rektor UBL menyampaikan, kampus setempat tahun ini akan menggelar Dies Natalis ke-50. Kampus ini berdiri sejak 1972 dimulai pendirian Akademisi Administrasi Niaga (AAN) Tanjung Karang kemudian berubah menjadi Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) sampai menjadi Universitas Bandar Lampung (UBL).

Sejak nama UBL diusung 1984, hanya ada 5 program studi dan 3 fakultas yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan program studi Akuntansi dan Manajemen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan program studi Ilmu Negara dan Ilmu Niaga serta Fakultas Teknik yang dulunya hanya memiliki program studi Teknik Sipil.

Kini UBL terus berkembang hingga saat ini memiliki 16 program di antaranya ada 4 program studi pascasarjana dan 6 program studi terakreditasi A.

4. Siap jawab tantangan semakin komplek dan dinamis

ilustrasi orang siap bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menurut Yusuf, lima dekade UBL mengabdi, banyak hal konstruktif dan produktif diberikan untuk pembangunan negeri. Itu berkat dedikasi dan komitmen keluarga besar UBL.

Berbagai hal baik dan yang telah dibangun dan diperoleh harus terus ditingkatkan. Selain itu, berbagai tantangan dan kekurangan ke depan harus diperbaiki dan jawab bersama.

"Sinergi dengan kepemimpinan akademik adalah energi penting untuk menjawab tantangan yang semakin komplek dan dinamis di era revolusi industri 5.0 yang penuh disrupsi di masa mendatang," papar Yusuf.

Curated For You

Editorial Team

Related Article