Disdik Balam Bakal Bantu Warga Terdampak Banjir Perbaiki Ijazah

- Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan akan membantu kerusakan atau hilangnya ijazah warga terdampak banjir.
- Program bertujuan mempermudah warga terdampak banjir dengan memberikan kemudahan untuk membuat ijazah yang hilang dan bantuan seragam siswa.
- Banjir di Bandar Lampung pada 17 Januari 2025 menyebabkan sebanyak 16 dari 20 kecamatan terendam, dengan total rumah terendam sebanyak 14.160.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan bakal membantu kerusakan atau hilangnya ijazah dari warga yang terdampak banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Eka Afriana mengatakan, akan melakukan pengecekan terkait ijazah rusak maupun hanyut. "Kami akan dilakukan pengecekan dari Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dan akan dibantu untuk mengecek ijazah yang hilang maupun kanyut atau rusak karena banjir tersebut," katanya, Rabu (22/1/2025).
1. Kemudahan bagi masyarakat

Eka menyebut, program ini bertujuan untuk mempermudah warga Bandar Lampung yang terdampak dari adanya bencana banjir bandang terjadi di Bandar Lampung, Jumat (17/1/2025) yang lalu.
"Intinya Pemerintah Kota Bandar Lampung akan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang terdampak banjir," ujarnya.
2. Bantuan pakaian

Eka menyatakan, selain memberikan kemudahan untuk warga membuat ijazah yang hilang, Disdik Bandar Lampung juga akan membantu terkait seragam siswa terdampak banjir.
"Pakaian murid yang terdampak banjir Insya Allah dinas pendidikan juga menerima sumbangan dari murid dan sudah ada di posko Disdik sendiri dan akan distribusikan kepada seluruh anak murid maupun guru yang terdampak banjir baik itu seragam sekolah maupun buku-buku juga," tuturnya.
3. Banjir di Bandar Lampung

Diketahui, banjir di Bandar Lampung terjadi, Jumat, (17/1/2025) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 16 dari 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung terendam banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan, total rumah yang terendam sebanyak 14.160 dengan 518 KK dan 11.223 jiwa.



















