Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Debu Vulkanik GAK Selimuti Bandar Lampung, Warga Berburu Masker
Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
  • Debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti sejumlah wilayah Bandar Lampung pada Sabtu malam, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan mata perih saat berada di luar.
  • Warga mulai mengenakan serta mencari masker di apotek dan minimarket untuk mengantisipasi paparan debu, dengan permintaan masker dilaporkan meningkat.
  • Debu halus kecoklatan menempel pada kendaraan dan masuk ke rumah meski tertutup, memicu kekhawatiran warga yang menantikan informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan warga Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026) malam. Debu vulkanik mulai menyelimuti sejumlah wilayah hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga memilih mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga mulai mencari dan membeli masker, untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik.

Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Salsa mengatakan, debu vulkanik mulai terasa di sekitar tempatnya beraktivitas. Kondisi tersebut cukup mengganggu, terutama ketika berada di luar ruangan.

"Debunya mulai terasa, apalagi kalau di luar. Tadi saya pulang dari kampus naik motor mata rasanya perih, sampai agak susah melihat," ujarnya dimintai keterangan.

1. Warga berbondong-bondong beli masker

Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Merujuk kondisi tersebut, Salsa melanjutkan, masyarakat mulai berbondong-bondong menyambangi apotik hingga minimarket untuk berburu membeli masker.

"Saya sendiri tadi sempat cari masker buat antisipasi kalau aktivitas di luar rumah, gak taunya ramai juga yang mulai pada beli. Alhamdulillah tadi dapat," katanya.

2. Debu halus mulai hinggapi area luar maupun dalam rumah

Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Kondisi serupa turut disampaikan Danu, pemuda asal Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung ini mengatakan, debu halus kecoklatan mulai terlihat menempel pada kendaraan yang terparkir di luar rumah.

"Mobil sudah mulai berdebu, padahal sudah masuk garasi. Debunya halus, kelihatan jelas menempel di kendaraan," katanya.

Tak hanya dirasakan di luar rumah, ia melanjutkan, debu halus juga mulai masuk ke dalam rumah meskipun pintu dan jendela telah ditutup. "Ya, tadi kakak sampai bekali-kali nyapuin rumah, tapi tetap aja ada lagi debunya," sambung dia.

3. Warga khawatir

Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Danu menambahkan, kondisi tersebut diakui cukup membuat warga di sekitar tempatnya tinggal semakin khawatir dengan dampak erupsi GAK terhadap aktivitas sehari-hari.

Oleh karenanya, ia dan warga setempat berharap kondisi segera membaik dan masyarakat mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta potensi sebaran abu vulkanik.

"Kalau ditanya khawatir ya jelas khawatir, tapi ya kita berdoa mudah-mudahan bisa cepat normal dan membaik kondisinya," imbuh dia

Curated For You

Editorial Team

Related Article