Danrem Gatam: Tak Ada Perintah Sweeping Bendera One Piece

Belum temukan di Lampung
Sikapi hak ekspresi masyarakat
Kemunculan fenomena bendera One Piece jelang 17 Agustusan
Bandar Lampung, IDN Times - Komando Resor Militer 043/Garuda Hitam (Korem 043/Gatam) menegaskan tidak ada instruksi sweeping atau penyisiran terhadap pengibaran bendera "Jolly Roger" bajak laut dari anime One Piece mendapat reaksi tentangan keras pemerintah.
Danrem 043/Gatam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah memastikan, perintah atau instruksi semacam itu tidak pernah dilontarkan dan diteruskan kepada jajaran personel TNI di Provinsi Lampung. "Tidak ada perintah seperti itu (sweeping pengibaran bendera anime One Piece di Lampung)," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).
1. Belum temukan di Lampung

Rikas menegaskan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan atau menemukan kemunculan penggunaan dan pengibaran simbol nonresmi seperti bendera anime One Piece tersebut.
"Sementara belum ada infonya (ihwal temuan pengibaran bendera anime One Piece sejenisnya," katanya.
2. Sikapi hak ekspresi masyarakat

Disinggung ihwal sikap aparat TNI berkaitan fenomena tersebut, Rikas menyebutkan, sikap maupun langkah itu merupakan hak sekaligus bentuk ekspresi masyarakat dalam menyuarakan aspirasi.
Menurutnya, hak berekspresi semacam itu bagi setiap warga negara Indonesia jelas dan tegas dilindungi oleh peraturan perundang-undangan sebagaimana sesuai ketentuan berlaku.
"Ya, itu hak berekspresi dilindungi undang-undang. Namun yang terpenting harus dalam koridor hukum dan tidak melanggar konstitusi," ucap jenderal bintang satu TNI tersebut.
3. Kemunculan fenomena bendera One Piece jelang 17 Agustusan

Dalam kasus ini, fenomena pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece menjelang perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia ramai disuarakan para pengguna internet di media sosial.
Aksi ini disebut merupakan bentuk protes sekaligus ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah melalui simbol budaya pop.
Ajakan atau tren pengibaran bendera One Piece berlatar hitam dengan tengkorak dan dua tulang yang menyilang di belakangnya memang ramai ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia.



















