Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dana Tersendat, 30 Persen Dapur MBG di Lampung Kompak Setop Operasi
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Sekitar 30 persen dapur SPPG di Lampung menghentikan operasi sementara akibat belum cairnya dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kepala KPPG Lampung menegaskan program MBG tidak dihentikan secara nasional, melainkan terhambat karena kendala administratif dan proses pencairan anggaran.
  • Pihak KPPG terus berkoordinasi dengan BGN RI agar pencairan dana segera terealisasi, sementara beberapa dapur telah mengumumkan penghentian layanan sejak 8 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia dan pelaksana program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Lampung dilaporkan berhenti beroperasi sementara.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung, Achmad Hery Setiawan mengakui terkait informasi tersebut. Menurutnya, beberapa dapur SPPG terpaksa harus setop beraktivitas karena terbentur masalah pencairan anggaran.

"Ya, memang ada beberapa SPPG yang belum mendapatkan pencairan dana. Karena sesuai petunjuk teknis, mereka tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dan disarankan untuk tidak beroperasi terlebih dahulu sesuai arahan dari BGN pusat," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (8/6/2026).

1. Program MBG dihentikan hoaks, 30 persen dapur setop operasional

Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Meski banyak dapur SPPG di Lampung setop beroperasi sementara, Hery membantah isu dan informasi menyebut keberadaan program MBG telah dihentikan secara nasional.

Selain itu, ia menegaskan kondisi terjadi saat ini murni karena kendala administratif. "Isu program berhenti itu tidak benar dan hoaks ya, program tetap beroperasi. Saat ini, sedang ada proses pencermatan belanja dan pencairan anggaran," ucapnya.

Hingga saat ini, ia memperkirakan sekitar 30 persen dapur SPPG di Lampung tidak beroperasi sementara, karena terkendala pencairan dana operasional. "Sekitar 20 sampai 30 persen, kalau jumlah pastinya harus buka data," lanjut dia.

2. Terus koordinasi dengan BGN

ilustrasi dana darurat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Hery menambahkan, pihaknya kini terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BGN RI, guna memastikan pencarian dana operasional dapat segera diterima oleh pengelolaan dapur SPPG.

"Mudah-mudahan secepatnya, ini kami masih intens komunikasi," imbuhnya.

3. Dapur serentak umumkan berhenti operasional

Kolase pengumuman pemberhentian operasional dapur MBG di Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Berdasarkan beberapa unggahan diterima IDN Times, sejumlah dapur SPPG di Lampung mengumumkan penghentian sementara operasional akibat kendala pencairan dana operasional. Salah satunya SPPG Sumber Jaya 2, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan layanan dihentikan sementara sejak 8 Juni 2026, karena adanya kendala teknis operasional pusat terkait pendanaan.

Pengumuman serupa juga disampaikan SPPG Bumi Agung 4, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Dalam unggahan tersebut disebutkan, bahwa operasional dapur dihentikan mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum ditentukan karena terkendala pencairan dana bantuan pemerintah.

Editorial Team

Related Article