Bandar Lampung, IDN Times – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI digelar 8 hingga 20 September 2024. Provinsi Aceh dan Sumatra Utara menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar nasional digelar setiap 4 tahun sekali ini. Ajang ini pun bakal diikuti belasan ribu atlet dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kurang dari sebulan penyelenggaraan PON, berdasarkan pantauan IDN Times, masih ada lokasi pertandingan (venue) belum selesai dikerjakan. Bahkan, perkembangan pembangunan venue pun belum maksimal.
Terkait hal tersebut, Panitia Pengawas dan Pengarah PON XXI 2024 Aceh-Sumut sudah memantau beberapa venue-venue. Ternyata, ada beberapa hal yang jadi catatan Panwasrah terkait kesiapan venue dan kelengkapan pertandingan.
"Kita ingin venue yang ada sesuai dengan spek teknya. Yang kedua, peralatan yang sekarang masih dalam proses. Apabila ada kendala yang ada kaitannya dengan proses pengadaan mungkin faktor keterlambatan, mungkin bisa dikoordinasikan dengan bidang venue sehingga pas pelaksanaan pertandingan alat-alat itu ada," kata Ketua Panwasrah PON XXI 2024 Suwarno, Kamis (8/8/2024) malam.
Suwarno sudah meninjau langsung sejumlah venue di Medan maupun Deli Serdang. Diakuinya banyak yang masih harus dikebut karena waktu pertandingan sudah mendekat.
"Venue untuk Sumut ini ada beberapa yang masih dalam proses penyelesaian. Voli indoor pengerjaannya sampai tadi sore baru 93 persen. Sedangkan di situ masih perlu lampu, lingkungan, pemasangan alat dan sebagainya. Ini dikerjakan banyak pihak. Kita berharap bisa diselesaikan segera," katanya.
Selain itu juga yang masih jadi PR adalah venue squash di dekat Unimed. Tidak hanya soal bangunan, tapi masih menanti peralatan dari luar. "Tergantung kedatangan alat yang dibeli dari luar. Lantai, fiber, dinding. Informasinya datang tanggal 18 (Agustus), tapi pengerjaannya lebih kurang 2 minggu. Kalau ini ditepati waktunya masih memungkinkan untuk memulainya karena mereka akan bertanding setelah itu selesai pada 10 September mendatang. Jadi harapannya tanggal 2 (September) selesai," kata Suwarno.
Venue lain yang disorot adalah trek BMX. Menurutnya harusnya tidak sulit. "Tapi mulainya agak terlambat. Harapannya mereka pengerjaan waktunya agak panjang. Mereka berjanji akhir bulan ini," tambahnya.
Ada juga venue yang masih jadi perdebatan yakni venue tinju direncanakan di Gedung Merdeka Pematangsiantar. "Venue yang ada di Siantar, masih ada pembahasan kaitannya dengan keinginan PB PON, tuan rumah Siantar, dan keinginan induk cabor (PP Pertina). Kalau melihat venue di lantai 4 jika terjadi evakuasi akan terjadi kendala," jelasnya.
Begitu juga ada venue voli pantai di Samosir. Masih harus diperhatikan soal pasirnya. "Bukan sekadar bicara pasir, tapi pasir yang digunakan jangan sampai ada kerikil-kerikil karena atletnya tidak pakai sepatu. Waktu saya menyiapkan Asian Games di Sumsel benar-benar pasirnya disiapkan secara lembut," katanya.
