BPS: Perekonomian Lampung Tumbuh 9,71 Persen, Pertanian Dominan

- Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan II 2024 tumbuh sebesar 9,71 persen secara q-to-q, menunjukkan momentum pemulihan perekonomian terus terjaga.
- Kategori pertanian, industry, dan perdagangan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan tercepat pada perdagangan sebesar 5,36 persen.
- Produksi komoditas tanaman pangan meningkat akibat pergeseran tanam padi, sementara aktivitas transportasi dan pergudangan dipicu oleh momen mudik Lebaran dan liburan anak sekolah.
Bandar Lampung, IDN Times - Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung perekonomian Lampung triwulan II 2024 tumbuh sebesar 9,71 persen secara q-to-q. Kepala BPS Lampung, Atas Parlindungan Lubis menyampaikan, secara Year on Year (YoY) pada kurun waktu 4 tahun terakhir hingga 2024 ini pertumbuhan ekonomi Lampung berada pada kisaran 3 persen-5 persen. Ini menunjukkan momentum pemulihan perekonomian Lampung terus terjaga hingga triwulan II 2024.
“Laju pertumbuhan q-to-q maupun YoY selama tiga atau empat tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Lampung pada triwulan II terlihat pola yang selalu positif. Seperti halnya pada triwulan II 2024 ini tumbuh sebesar 9,71 persen,” jelasnya melalui konferensi pers di kanal YouTube BPS Lampung, Senin (5/8/2024).
1. Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan II 2024 didominasi pertanian

Atas menjelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II atas dasar harga konstan sebesar Rp72,36 triliun dan pada triwulan I tercatat Rp65,95 triliun. Apabila dibandingkan dengan triwulan sama di tahun sebelumnya atau secara YoY maka PDRB Lampung tumbuh sebesar 4,80 persen.
Tercatat, PDRB harga konstan pada triwulan II 2023 Rp69,05 triliun. Sedangkan jika dibandingkan secara semesteran, pada semester 1 2024 dengan semester 1 2023 perekonomian Lampung tumbuh sebesar 4,08 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan II 2024 dibanding triwulan II 2023 atau secara YoY bahwa kondisi triwulan II 2024 ekonomi Lampung di dominasi kategori pertanian dengan kontribusi 29,04 persen, industri 17,66 persen dan perdagangan 13,69 persen. Di antara ke tiga kategori ini pertumbuhan tercepat terjadi pada kategori perdagangan yaitu sebesar 5,36. Ketiga kategori terbesar tersebut mencapai 60,39 persen,” terangnya.
BPS juga mencatat lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan sebesar 15,19 persen. Kemudian, jasa lainnya, 9,89 persen diikuti lapangan usaha jasa Perusahaan dengan pertumbuhan 9,44 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah secara YoY terjadi pada kategori pengadaan listrik dan gas, bahkan terkontraksi hingga 11,23 persen.
Kemudian pertumbuhan terendah juga terjadi pada jasa Pendidikan, tumbuh sebesar 0,24 persen dan pengadaan air juga alami pertumbuhan meski kecil, 0,28 persen.
2. Komoditas tanaman pangan khususnya tanaman padi meningkat

Lebih lanjut Atas menjelaskan, berdasarkan hasil survei kerangka sample area (KSA) pada triwulan II 2024, produksi komoditas tanaman pangan khususnya tanaman padi mengalami peningkatan baik secara q-to-q maupun YoY. Peningkatan terjadi akibat pergeseran tanam padi sehingga panen raya terkonsentrasi pada Triwulan II.
Menurutnya, berdasarkan hasil survei IBS dan IMK, kategori Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan secara q-to-q maupun YoY terutama didorong oleh kinerja industri makanan. Begitu pula dengan industri pakaian jadi, menurut hasil survei IMK meningkat secara q-to-q maupun YoY selaras dengan adanya peningkatan permintaan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru.
“Sedangkan peningkatan seluruh aktivitas transportasi dan pergudangan disebabkan momen mudik Lebaran dan liburan anak sekolah. Dipicu oleh momen mudik lebaran termasuk pada periode tersebut liburan anak sekolah,” ujarnya.
Lalu, menurut Atas, banyaknya festival kuliner yang diadakan dan dibukanya hotel berbintang serta tempat wisata baru, juga mampu meningkatkan kategori penyediaan akomodasi dan makan minum serta jasa lainnya, kondisi ini bisa terjadi secara q-to-q maupun YoY.
3. Penanaman modal luar negeri meningkat

Catatan selanjutnya, Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 2.397,5 miliar. Angka ini secara q-to-q meningkat 20,36 persen. Sementara dibandingkan PMDMN triwulan sama tahun lalu meningkat 18,25 persen dan secara c-to-c meningkat 7,43 persen.
Sedangkan untuk Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 27,7 juta dolar AS. Secara q-to-q menurun 43,93 persen, jika dibandingkan dengan kondisi sama tahun lalu mengalami penurunan 43,47 persen dan c-to-c juga turun 40,23 persen.
4. Nilai ekspor dan impor Lampung meningkat

Sementara itu, terkait nilai ekspor luar negeri Lampung sebesar 1.102,87 juta US$ mengalami kontraksi secara q-to-q 5,21 persen. Namun jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu, nilai ekspor luar negeri meningkat (10,65 persen). Kemudian volume ekspor luar negeri meningkat secara q-to-g sebesar 3,33 persen dan secara YoY volume ekspor luar negeri Lampung sebesar 11,63 persen.
“Nilai impor luar negeri Lampung sebesar 622,71 juta USS (CIF) nilai ini meningkat secara q-to-q sebesar 15,96 persen dan meingkat 29,35 persen secara YoY,volume impor luar negeri Lampung meningkat secara q to q 6,31 persen dan secara YoY juga ada peningktan 25,84 persen,” jelasnya.



















