BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang di Lampung Selama Awal Februari

- Kecepatan angin di Lampung mencapai 30 Knot (55 Km/jam), masyarakat diminta waspada
- Perbedaan tekanan di Siberia dan selatan Jawa mempengaruhi kecepatan angin di Lampung
- Bibit siklon di Samudra Hindia menyebabkan peningkatan kecepatan angin, berdampak pada pertumbuhan awan hujan dan aktivitas pelayaran
Lampung Selatan, IDN Times - Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung mengingatkan masyarakat di Provinsi Lampung mewaspadai kondisi angin kencang meningkat signifikan. Kecepatan angin bisa mencapai 30 Knot atau sekitar 55 Km per jam.
Berdasarkan data cuaca terbaru, kecepatan angin di wilayah Lampung naik signifikan di wilayah Tanggamus mencapai lebih dari 25 knot (46 Km/jam). Itu akibat perbedaan tekanan cukup ekstrem antara sistem tekanan tinggi di Siberia dan tekanan rendah di sekitar selatan Jawa.
"Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca dari BMKG, agar dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat angin kencang," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Lampung, Rudi Harianto, Sabtu (1/2/2025).
1. Angin kencang dipengaruhi bibit siklon

Rudi menjelaskan, kondisi angin kencang ini dipengaruhi adanya bibit siklon yang terbentuk di Samudra Hindia, sebelah selatan Pulau Jawa dan barat daya Lampung. Itu menyebabkan terjadinya peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah Lampung.
Bibit siklon dimaksud akan menarik massa udara dari belahan bumi utara dan menciptakan pola angin yang lebih kuat ketika melintasi wilayah Lampung. Angin kencang ini sering kali lebih berdampak pada wilayah perairan, wilayah pesisir, meningkatkan tinggi gelombang dan menurunkan kestabilan atmosfer.
"Kondisi ini bisa berlangsung beberapa hari hingga siklon melemah atau punah dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," katanya.
2. Daratan hingga wilayah perairan ikut berdampak

Rudi melanjutkan, angin kencang terjadi di Lampung berperan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan awan hujan. Dalam kondisi normal, uap air yang naik ke atmosfer akan mengalami kondensasi dan membentuk awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Namun, ketika angin bertiup terlalu kencang, partikel uap air di atmosfer sulit untuk berkumpul secara stabil, sehingga proses kondensasi menjadi kurang optimal. Selain itu, angin yang kuat dapat dengan cepat menyebarkan awan yang baru terbentuk, menyebabkan awan tidak sempat tumbuh menjadi cukup tebal untuk menghasilkan hujan.
"Angin kencang ini tidak hanya berdampak pada kondisi daratan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas pelayaran, meningkatkan risiko gelombang tinggi di perairan sekitar Lampung mencapai 2 sampai 4 meter, terutama di perairan barat Lampung," imbaunya.
3. Potensi gangguan sektor pertanian dan aktivitas penerbang

Dampak lainnya, Rudi menambahkan, kondisi serupa juga potensi berdampak pada sektor pertanian, terutama bagi tanaman yang rentan terhadap angin kencang seperti padi dan hortikultura.
Dampak lainnya terasa pada aktivitas penerbangan, sebab, turbulensi di udara serta crosswind yang kuat dapat mengganggu proses lepas landas dan pendaratan pesawat di bandara.
"Perlu diketahui masyarakat, angin kencang yang terjadi saat ini berbeda dengan puting beliung yang bersumber dari awan cumulonimbus, sedangkan angin kencang kali ini dipicu oleh perbedaan tekanan yang besar antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan," ucapnya.
4. Diperkirakan terjadi hingga awal Februari

Rudi menambahkan, fenomena angin kencang di wilayah Lampung diperkirakan akan berlangsung hingga awal Februari, atau bersamaan dengan pergerakan dan pelemahan bibit siklon yang saat ini berada di Samudra Hindia.
Seiring dengan melemahnya bibit siklon, pola tekanan udara di sekitar wilayah Indonesia, khususnya antara daratan Asia dan Samudra Hindia, juga akan mengalami perubahan.
"Melemahnya bibit siklon nanti, dapat berpengaruh terhadap kecepatan angin dan tentunya pertumbuhan awan-awan hujan di Provinsi Lampung," imbuhnya.



















