Begini Komitmen Itera Cegah Kekerasan di Lingkungan Kampus

- Itera fokus pada pencegahan kekerasan di kampus, dengan program 2025 menitikberatkan pada pembentukan kesadaran sivitas akademika.
- Satgas PPKPT Itera akan fokus menangani enam jenis kekerasan yang telah diatur dalam kebijakan perguruan tinggi, dengan upaya pencegahan lebih daripada penanganan.
- Program pencegahan dilakukan secara masif di berbagai ruang dan waktu, serta didukung dengan forum edukasi lebih luas untuk membangun budaya kampus yang aman dan beradab.
Bandar Lampung, IDN Times - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menegaskan komitmennya dalam pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Dalam evaluasi program sekaligus kick off program yang digelar, Satgas PPKPT Itera memaparkan fokus program 2025, akan lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pembentukan kesadaran sivitas akademika.
Ketua Satgas PPKPT Itera, Winati Nurhayu, menyampaikan sepanjang 2024, Satgas telah melaksanakan berbagai program edukasi dan sosialisasi kepada sivitas akademika, menangani kasus kekerasan, serta mendirikan pos pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.
"Dengan terbitnya peraturan baru pada 2024, Satgas PPKPT Itera akan fokus menangani enam jenis kekerasan yang telah diatur dalam kebijakan perguruan tinggi," kata Winati, Kamis (20/2/2025).
Winati mengatakan, pencegahan lebih baik daripada penanganan. Sebab itu, tahun ini Satgas PPKPT Itera akan memperkuat upaya pencegahan agar kasus kekerasan di Itera dapat diminimalkan.
1. Itera berupayan membangun budaya kampus aman dan beradab

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus Pengarah Satgas PPKPT Itera, Khairurrijal menegaskan, tugas utama kampus tidak hanya mencetak mahasiswa berilmu tinggi, tetapi juga membentuk karakter dan adab yang mulia.
“Seluruh anggota Satgas, baik dari unsur dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan, harus menjadi contoh dalam membangun budaya kampus yang aman dan beradab. Program pencegahan harus dilakukan secara masif di berbagai ruang dan waktu, serta didukung dengan forum edukasi lebih luas,” ujarnya.
2. Menguatkan strategi untuk menangani kasus kekerasan di perguruan tinggi

Penanggungjawab Satgas PPKPT Itera, Sunarsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satgas PPKPT Itera telah berkontribusi dalam penanganan isu kekerasan, meskipun isu ini masih kurang populer di masyarakat.
Ia juga menyoroti perkembangan regulasi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi terus mengalami penyempurnaan sejak 2021. “Kami berharap dengan penguatan strategi pencegahan dan pendampingan korban, kasus kekerasan di Itera dapat ditangani dengan lebih baik,” tuturnya.
3. Membangun kesadaran dan kepedulian terhadap isu kekerasan di lingkungan kampus

Diskusi dipandu oleh anggota Satgas PPKPT Itera dari unsur dosen, Martasari Beti Pangestuti ini juga turut membahas langkah-langkah strategis dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap isu kekerasan di lingkungan kampus.
Satgas PPKPT Itera berkomitmen untuk terus mengembangkan program yang lebih komprehensif dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan berbudaya adab. Dalam kesempatan yang sama, setiap anggota satgas juga melakukan penandatanganan pakta integritas.



















