Bandar Lampung, IDN Times - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Gunung api di perairan Selat Sunda tersebut dilaporkan masih menimbulkan erupsi dan semburan abu vulkanik.
Berdasarkan hasil pemantauan diterima IDN Times, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami empat kali erupsi, Selasa (8/9/2026). Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik, disusul erupsi kedua terjadi pukul 05.34 WIB selama 10 detik.
Kemudian erupsi ketiga terjadi pukul 07.49 WIB dengan durasi 19 detik. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 11.34 WIB dengan durasi sekitar 17 detik. Seluruh aktivitas erupsi tersebut telah dinyatakan selesai.
Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 50 milimeter. Sementara kondisi angin bergerak menuju barat laut dan utara dengan kecepatan rendah hingga sedang. Kondisi angin tersebut membuat arah sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan angin.
