TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

SUN Energy Resmikan PLTS Kedua Terbesar di Lampung Kapasitas 544,18 kWp

Instalasi sistem tenaga surya di PT Visi Prima Artha

PT Visi Prima Artha resmi mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 544,18 kWp kerja sama dengan SUN Energy, Kamis (18/5/2022). (IDN Times/Istimewa). 

Bandar Lampung, IDN Times - Kehadiran Energi Baru Terbarukan (EBT) tentu tidak terlepas dari target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 yang telah disuarakan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, beralih menggunakan energi baru terbarukan seperti energi surya dalam kegiatan bisnis dinilai mampu meningkatkan eksistensi industri dan bisnis di pasar global.

Itu mengingat tuntutan publik semakin mengedepankan produk ramah lingkungan dan berkelanjutan. Seperti halnya pemanfaatan energi surya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hadir sebagai pilihan alternatif bagi sektor industrial dalam mensuplai energi listrik untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Lebih dari itu, selain menjadi energi alternatif menawarkan keramahan lingkungan, pemasangan PLTS diketahui mampu menciptakan optimasi bisnis melalui penghematan biaya listrik. PT Visi Prima Artha, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industriwoven bags atau karung plastik dan Flexible Intermediate Container Bag (FICB), berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi dalam pengurangan dampak perubahan iklim dengan memanfaatkan energi bersih sebagai sumber listrik.

Kapasitas PLTS Atap 544,18 kWp

PT Visi Prima Artha resmi mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 544,18 kWp kerja sama dengan SUN Energy, Kamis (18/5/2022). (IDN Times/Istimewa). 

Merujuk hal itu, PT Visi Prima Artha menggandeng SUN Energy untuk Instalasi PLTS Atap di pabrik perusahaan tersebut. Director of Sales & Marketing PT Visi Prima Artha, Vicky Gunawan mengatakan, kapasitas PLTS Atap di perusahaan ini sebesar 544,18 kWp.

Ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 497 ton per tahun dan bahkan setara dengan menanam pohon sebanyak 7.488.

"Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, sehingga pada hari ini kami dapat meresmikan PLTS Atap yang menjadi wujud komitmen keberlanjutan PT Visi Prima Artha," jelasnya, Kamis (19/5/2022).

Optimasi biaya operasional

PT Visi Prima Artha resmi mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 544,18 kWp kerja sama dengan SUN Energy, Kamis (18/5/2022). (IDN Times/Martin L Tobing). 

Dion Jefferson selaku Chief Commercial Officer SUN Energy, menjelaskan, optimasi biaya operasional melalui pemasangan PLTS pada sektor industrial dan komersial tentu telah dibuktikan oleh banyaknya perindustrian yang telah beralih menggunakan energi surya. Ia menyatakan, instalasi PLTS Atap di PT Visi Prima Artha ini merupakan portofolio ke-10 di Pulau Sumatera.

Sebelumnya, proyek SUN Energy di Pulau Sumatera tersebar di kota Palembang, Jambi, Riau, Medan, Pematangsiantar, dan Lampung. Dengan opsi pembiayaan yaitu SUN Rental, para pelanggan SUN Energy seperti PT Visi Prima Artha, bisa langsung memiliki sistem PLTS tanpa mengeluarkan biaya instalasi dan pemeliharaan.

Secara terintegrasi, SUN Energy akan melakukan studi, gambar enjiniring, instalasi, hingga pemeliharaan di lokasi konsumen dalam kurun waktu tertentu. "Data kami menunjukan, lebih dari 90 persen para pelanggan memilih sistem SUN Rental dan mereka bisa mendapatkan penghematan biaya listrik hingga 30 persen setiap bulannya,” papar Dion.

Butuh kolaborasi seluruh sektor pengurangan dampak perubahan iklim

unplash.com

Dion menyatakan, komitmen untuk terlibat langsung dalam aksi pengurangan dampak perubahan iklim membutuhkan kolaborasi dari seluruh sektor. Nyatanya, pemanfaatan energi surya ini selain sebagai langkah nyata mengurangi penggunaan energi fosil.

"Juga memberikan nilai lebih lainnya bagi perusahaan seperti optimasi biaya, reputasi, hingga kepercayaan dari konsumen. SUN Energy akan terus memperluas pemanfaatan energi surya di berbagai kota demi mewujudkan Indonesia yang ramah lingkungan," katanya.

Dion menambahkan, pentingnya peran strategis perlu dilakukan oleh berbagai pihak dalam mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan dan mendukung pemenuhan target bauran energi sebesar 23 persen pada tahun 2025 mendatang.

Baca Juga: PLTS ITERA Senilai Rp15 miliar Jadi Lab Terbesar Tanah Air

Berita Terkini Lainnya