Lampung Selatan, IDN Times - Air keruh berwarna kekuningan seperti berkarat serta berbau dirasakan beberapa warga di Dusun Candimas Kecamatan Natar Lampung Selatan.
Seperti pengakuan warga setempat Mulyani. Ia mengatakan, air di rumahnya mulai keruh atau berubah warna kekuningan dan berbau dalam satu atau dua tahun terakhir. Ia menjelaskan, air tersebut berasal dari sumur di rumahnya.
“Dari air sumur. Kalau sumurnya mah udah ada dari waktu bangun rumah. Bangunnya sekitar tahun 1980an. Tapi dulu mah bening, bagus airnya gak bau. Baru sekitar satu sampai dua tahun lah kayak gini,” katanya pada IDN Times, Senin (4/3/2024).
Ia menyebutkan, akibat air keruh dirumahnya tersebut, kamar mandi dan peralatan lain seperti ember dan gayung menjadi kuning seperti berkarat bahkan menghitam.
“Kalau kuras sumur memang belum sih. Kayaknya sih memang harus dikuras ya. Tapi sumur saya ini dalam banget sekitar 20 meter kayaknya. Jadi perlu dana juga buat bongkar sumur. Jadi sementara paling kita suka kuras torennya aja,” ujarnya.
Sehingga untuk kebutuhan konsumsi seperti air minum dan memasak, Mulyani mengatakan keluarganya menggunakan air galon berasal dari air minum dalam kemasan (AMDK) maupun depot air minum.
“Kalau buat minum di dispenser saya pakai Grand (AMDK merek lokal). Tapi kalau buat masak atau cuci makanan gitu pakai air galon yang 5.000an aja,” imbuhnya.
