Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abu Vulkanik Berkurang, Sekolah di Lampung Diminta Belajar Tatap Muka
Hari pertama MPLS di SDN 1 Rajabasa Raya, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Pemprov Lampung menghentikan sementara PJJ dan mengembalikan pembelajaran tatap muka mulai Rabu, 9 September 2026, menyusul kualitas udara membaik serta durasi erupsi Gunung Anak Krakatau memendek.
  • Selama dua hari PJJ, sekolah di wilayah terdampak membersihkan lingkungan dan ruang kelas bersama petugas kebersihan serta BPBD, agar kegiatan belajar berlangsung di area yang bersih.
  • Pemprov tetap memantau erupsi dan kualitas udara; kebijakan dapat berubah bila aktivitas meningkat. Siswa-guru diminta memakai masker dan menghindari kegiatan luar kelas, termasuk olahraga serta upacara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memutuskan menghentikan sementara penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Proses pembelajaran kembali digelar secara tatap muka mulai, Rabu (9/9/2026).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, keputusan kembali menggelar pembelajaran tatap muka mempertimbangkan adanya perbaikan kualitas udara dan durasi erupsi GAK yang semakin pendek.

"Karena adanya perbaikan kualitas udara, kemudian erupsi yang dengan durasi yang semakin pendek, dan lain sebagainya, maka kami memutuskan besok untuk kembali melakukan pembelajaran di sekolah," ujarnya saat konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026).

1. Dua hari PJJ dimanfaatkan untuk bersihkan sekolah

Ilustrasi belajar online (pexels.com/Katerina Holmes)

Terkait keputusan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico menambahkan, selama dua hari penerapan PJJ yakni 7-8 September, pihak sekolah melakukan pembersihan lingkungan dan ruang kelas.

Menurutnya, pembersihan dilakukan kepala sekolah dan para guru dengan berkoordinasi bersama petugas kebersihan serta BPBD setempat. Langkah itu dilakukan terutama di enam kabupaten terdampak, yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus serta wilayah lainnya.

"Khususnya Lampung Selatan, secara konsentrasi membersihkan baik lingkungan sekolah maupun ruang kelas sehingga besok, insyaAllah, proses pembelajarannya sudah steril dan bersih sehingga murid bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik di sekolah masing-masing," ucapnya.

2. Kebijakan bisa kembali berubah jika aktivitas GAK meningkat

Konferensi pers penyampaian aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Pemprov Lampung, Selasa (8/9/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Thomas menegaskan, keputusan kembali menggelar pembelajaran tatap muka bukan berarti pemerintah mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pasalnya, Pemprov Lampung bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi erupsi dan kualitas udara. Apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung atau kondisi kembali membahayakan kesehatan, kebijakan pembelajaran akan dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu.

"Kita akan terus pantau perkembangan Gunung Anak Krakatau ini. Apabila nanti levelnya naik, tentu kebijakan susulan akan kita lakukan secepatnya," jelasnya.

3. Siswa diminta tetap pakai masker dan hindari aktivitas luar kelas

Wajibkan pakai masker kepada siswa di Banjarmasin.

Meski pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka, Pemprov Lampung meminta sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

Oleh karenanya, para siswa dan guru diminta tetap menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Termasuk sejumlah kegiatan seperti olahraga dan upacara juga diminta untuk sementara dihindari.

"Intinya menerapkan protokol kesehatan, kemudian hindari kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, maupun kegiatan yang tidak penting sehingga mengganggu kesehatan," imbuh Thomas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article