Bandar Lampung, IDN Times — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bandar Lampung bertambah 84 kasus dalam dua hari setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Total kasus meningkat dari 632 kasus pada 5 September menjadi 716 kasus pada 7 September 2026.
Penambahan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 13,3 persen dalam kurun waktu dua hari. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung kini memperkuat pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA di sejumlah wilayah.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan aktivitas erupsi GAK dan masuknya debu vulkanik ke sejumlah wilayah.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan debu vulkanik menjadi penyebab langsung meningkatnya kasus ISPA.
"Peningkatan kasus bertepatan dengan erupsi dan debu vulkanik, tetapi belum bisa dinyatakan sebagai penyebab," kata Muhtadi.
