Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
716 Kasus ISPA di Bandar Lampung, Imbas Erupsi Anak Krakatau?
Ilustrasi ISPA. (Pexels.com/Monstera Production)
  • Kasus ISPA di Bandar Lampung naik 84 kasus, dari 632 pada 5 September menjadi 716 pada 7 September 2026, bertepatan dengan erupsi Anak Krakatau dan sebaran debu vulkanik.
  • Kenaikan terjadi di enam kecamatan, dengan lonjakan tertinggi di Telukbetung Timur. Dinkes memperkuat surveilans di 31 puskesmas dan memvalidasi data untuk menyingkirkan kesalahan pencatatan.
  • Dinkes belum memastikan debu vulkanik sebagai penyebab langsung. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruang, memakai masker, melindungi mata, dan memeriksakan diri bila keluhan pernapasan memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bandar Lampung bertambah 84 kasus dalam dua hari setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Total kasus meningkat dari 632 kasus pada 5 September menjadi 716 kasus pada 7 September 2026.

Penambahan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 13,3 persen dalam kurun waktu dua hari. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung kini memperkuat pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA di sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan aktivitas erupsi GAK dan masuknya debu vulkanik ke sejumlah wilayah.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan debu vulkanik menjadi penyebab langsung meningkatnya kasus ISPA.

"Peningkatan kasus bertepatan dengan erupsi dan debu vulkanik, tetapi belum bisa dinyatakan sebagai penyebab," kata Muhtadi.

1. Kasus enam kecamatan naik

Ilustrasi gangguan pernapasan. (Pexels.com/Polina Tankilevitch)

Berdasarkan data Dinkes Bandar Lampung, kenaikan kasus ISPA terjadi di enam kecamatan pada periode 5 hingga 7 September 2026.

Lonjakan paling tinggi tercatat di Kecamatan Telukbetung Timur, yakni 414,3 persen. Kasus meningkat dari tujuh menjadi 36 kasus.

Kemudian Kedamaian naik 227,3 persen, dari 11 menjadi 36 kasus. Telukbetung Selatan meningkat 125 persen, dari 16 menjadi 36 kasus.

Selanjutnya, kasus di Rajabasa naik 104,8 persen, dari 21 menjadi 43 kasus. Tanjungkarang Pusat meningkat 80 persen, dari 15 menjadi 27 kasus.

"Sementara Sukarame mengalami kenaikan 34,7 persen, dari 49 menjadi 66 kasus," beber Muhtadi.

2. Dinkes validasi data

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Temenggung Arsyad. (IDN Times/Muhaimin)

Muhtadi mengatakan, Dinkes memperkuat surveilans di 31 puskesmas untuk memastikan perkembangan kasus yang terjadi di lapangan.

Data dari seluruh puskesmas juga masih divalidasi untuk memastikan kenaikan tersebut bukan akibat kesalahan pencatatan maupun data ganda.

"Pemantauan dilakukan setiap hari dengan memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang mengalami lonjakan kasus paling tinggi," ujar Muhtadi.

Meski kasus ISPA meningkat, dinkes menyebut sejumlah penyakit dan keluhan lain masih dalam kondisi normal. Kasus pneumonia, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta iritasi mata dan kulit belum menunjukkan peningkatan signifikan.

3. Warga diminta kurangi aktivitas di luar

Ilustrasi para pedagang UMKM. (IDN Times/Pixel)

Selama kondisi udara masih terdampak sebaran debu vulkanik, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Kita juga minta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara terlihat berdebu. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan partikel vulkanik melalui saluran pernapasan," kata Muhtadi.

Warga juga diminta melindungi mata dari paparan debu dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk.

"Kita terus memantau perkembangan kasus untuk melihat apakah tren peningkatan ISPA tersebut berlanjut seiring aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau," tuturnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article