Bandar Lampung, IDN Times - Ketika mendengar perdagangan satwa liar ilegal, Provinsi Lampung salah satu tempat paling sering dikaitkan. Pasalnya, Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan menjadi akses utama orang tak bertanggungjawab menyelundupan hewan-hewan tersebut melalui jalur darat dikirim dari Sumatra ke Pulau Jawa.
Itu lantaran, Pulau Jawa menjadi tujuan utama penyelundupan hewan liar ilegal khususnya jenis burung.
Direktur Eksekutif Yayasan FLIGHT Protecting Indonesia’s Birds, Marison Guciano, mengatakan, Lampung merupakan tempat transit atau penampungan paling strategis. Ia menyebutkan biasanya satwa-satwa ini berasal sari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Padang, Riau, dan Jambi.
“Paling banyak penyelundupan ini ya ke Jawa, seperti Jakarta atau Tangerang. Lewat jalur darat semuanya. Soalnya perjalanan udara kan gak memungkinkan. Akhirnya segala macam dilakukan yaitu melalui jalur darat. Kan jauh ya bisa berhari-hari diperjalanan, jadi transit di Lampung beberapa hari, dikasih makan, ganti kandang, kemudian di selundupkan lewat jalur laut,” jelasnya, Jumat (27/8/2022).
Sebaliknya, ketika satwa-satwa ini akan diselundupkan ke luar negeri, biasanya alurnya malah berlawanan arah. Hal itu dikarenakan burung juga banyak berasal dari Indonesia Timur.
“Setelah itu dikirim jalur darat ke Medan. Di pelabuhan Medan atau di Riau biasanya dikirim ke luar negeri dari sana lewat laut,” imbuhnya.
