Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
203 Hotspot Terdeteksi di Lampung: 30 Status Merah, Mesuji Terbanyak
Penampakan hotspot atau titik panas di Lampung, Senin (24/8/2026). (Dok. BMKG Lampung).
  • BMKG mendeteksi 203 hotspot di Lampung pada 23 Agustus 2026, terdiri dari 30 titik berstatus kepercayaan tinggi, 171 sedang, dan dua rendah.
  • Mesuji mencatat hotspot terbanyak dengan 57 titik, disusul Way Kanan 36 titik dan Tulang Bawang 27 titik; sejumlah kabupaten lain juga terpantau.
  • BMKG menegaskan hotspot belum tentu karhutla, tetapi titik berkepercayaan tinggi perlu dicek di lapangan; warga diminta waspada dan menghindari pemicu kebakaran lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Sebanyak 203 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. 30 titik di antaranya masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi yang ditandai dengan warna merah.

Data itu berdasarkan pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, dan NOAA20 diolah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode Minggu (23/8/2026) pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Dalam peta sebaran hotspot BMKG, sebanyak 171 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang. Sementara dua titik lainnya masuk kategori tingkat kepercayaan rendah.

1. Mesuji wilayah hotspot terbanyak

Ilustrasi cuaca panas (pexels.com/SLV)

Masih merujuk data tersebut, Kabupaten Mesuji menjadi wilayah jumlah hotspot terbanyak di Lampung. Tercatat sebanyak 57 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut.

Kemudian Way Kanan 36 titik dan Tulang Bawang sebanyak 27 titik. Disusul Lampung Tengah 19 titik, Lampung Utara 16 titik, serta Tulang Bawang Barat 15 titik.

Hotspot juga terdeteksi di Lampung Selatan sebanyak 14 titik, Pesisir Barat enam titik, Lampung Timur lima titik, dan Pesawaran lima titik. Sementara itu, Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus masing-masing terpantau satu titik panas.

2. BMKG: Hotspot belum tentu kebakaran

Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).

Prakirawan BMKG Radin Inten II, Pebri Surgiansyah menjelaskan, hotspot terdeteksi satelit merupakan indikasi adanya titik dengan suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya.

Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Namun, titik dengan tingkat kepercayaan tinggi perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan," katanya dikonfirmasi.

3. Masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan

ilustrasi cuaca panas (pexels.com/joonho cho)

Sejalan dengan data tersebut, Pebri mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang banyak terpantau hotspot, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. BMKG juga menegaskan data hotspot perlu dilihat bersama kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

"Untuk wilayah yang banyak terpantau hotspot, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article