Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
13 Karhutla Terjadi di Lampung, 10.615 Hektare Lahan Terdampak
Peristiwa karhutla di Kabupaten Tulang Bawang. (IDN Times/Istimewa).
  • BPBD Lampung mencatat 13 kejadian karhutla sepanjang Juli–Agustus 2026, dengan total 10,615 hektare lahan terdampak.
  • Titik karhutla tersebar di Pesisir Barat, Mesuji, Tulang Bawang, Pringsewu, dan Lampung Barat; Pesisir Barat mencatat enam dari 12 titik terdokumentasi.
  • Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah serta dedaunan kering, diperparah minim hujan; mayoritas terjadi di lahan terbuka dan tidak menimbulkan korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat, 10615 hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza mengatakan, jumlah laporan karhutla di Lampung kini tercatat sebanyak 13 kejadian sejak dua bulan terakhir.

"Kalau mau update, sebenarnya kita bertambah jadi 13. Kemarin lima yang sudah ku kasih datanya, sekarang sudah ke-13. Delapan laporan itu di bulan Juli, sisanya di bulan ini semua," ujarnya dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

1. Karhutla tersebar di empat kabupaten

Peristiwa karhutla di Kabupaten Tulang Bawang. (IDN Times/Istimewa).

Dari 12 titik telah terdokumentasi dalam laporan data BPBD Lampung, Faresha menjelaskan, kejadian karhutla tersebar di sejumlah wilayah. Pesisir Barat menjadi daerah dengan jumlah titik terbanyak.

"12 titik itu Pesisir Barat ada enam, Mesuji ada dua, Tulang Bawang ada dua, Pringsewu ada satu," jelasnya.

Sementara satu kejadian terbaru belum masuk dalam dokumen 12 titik tersebut terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Itu terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kelurahan Padang Cahya pada 9 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

"Untuk kondisinya juga bisa dibilang kebakaran kecil," lanjut dia.

2. Sekitar 10,615 hektare lahan terdampak

Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode 25-26 Januari 2026. (Dok. Balai TNWK).

Berdasarkan rekapitulasi pendataan BPBD Lampung, Faresha melanjutkan, lahan terdampak akibat karhutla tersebut pada setiap kejadian mulai dari 0,002 hingga 5 hektare, dengan total mencapai 10,615 hektare.

Oleh karennya, ia menyimpulkan sebagian besar kejadian karhutla di Lampung masih berskala relatif kecil. Sebab, tidak ada satupun kejadian mencapai puluhan hingga ratusan hektare seperti kasus karhutla besar pada umumnya.

"Luas lahan terdampaknya kecil-kecil. Tidak ada yang sampai 10 hektare per satu kali kejadian. Ada 0,002, 0,05, 0,1. Ada yang 5 hektare, ada 3 hektare, 2 hektare, dan lain-lain," katanya.

3. Pembakaran sampah diduga menjadi pemicu

Peristiwa karhutla di Kabupaten Tulang Bawang. (IDN Times/Istimewa).

Secara kumulatif, Faresha mengatakan, karhutla di wilayah Lampung diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah dan dedaunan kering, serta ditambah kondisi vegetasi semakin kering. Itu akibat minimnya hujan hingga menjadi faktor pendukung api cepat menyebar.

Selain itu, kebakaran juga rata-rata menyasar lahan terbuka bukan merupakan kawasan hutan. Ia juga memastikan tidak terdapat korban jiwa, luka-luka maupun orang hilang.

"Api sejauh ini bisa langsung ditangani hingga membuat kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. Karena petugas di lapangan cepat menindak, jadinya cepat juga kita memadamkannya," imbuh Faresha.

Curated For You

Editorial Team

Related Article