Air Fryer vs Menggoreng dengan Minyak, Mana Lebih Sehat?

Air fryer memakai sirkulasi udara panas dan sedikit minyak, sehingga berpotensi menekan lemak serta kalori dibanding penggorengan yang membuat makanan menyerap minyak.
Gorengan minyak cenderung menghasilkan tekstur dan rasa lebih khas, sedangkan air fryer tetap renyah bila suhu, susunan makanan, dan pembalikan diatur tepat.
Kesehatan makanan tetap ditentukan bahan, porsi, bumbu, dan suhu; kedua metode perlu menghindari makanan terlalu gelap, sementara pilihan alat disesuaikan kebutuhan, biaya, dan kapasitas.
Makanan gorengan memang sulit ditolak. Mulai dari kentang goreng, ayam goreng, hingga nugget, semuanya bisa menjadi camilan atau lauk favorit. Namun, seiring meningkatnya kesadaran untuk menjalani pola makan sehat, banyak orang mulai beralih menggunakan air fryer sebagai alternatif memasak tanpa harus merendam makanan dalam minyak.
Sekilas, makanan yang dimasak menggunakan air fryer terlihat mirip dengan gorengan biasa. Keduanya bisa menghasilkan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Meski begitu, ada perbedaan mendasar dalam proses memasak, penggunaan minyak, hingga hasil akhirnya.
Menggoreng dengan minyak memanfaatkan panas minyak untuk mematangkan makanan, sedangkan air fryer menggunakan sirkulasi udara panas yang bergerak cepat di sekitar bahan makanan. Perbedaan metode ini dapat memengaruhi kandungan lemak, tekstur, rasa, dan cara memasak.
Lantas, mana yang lebih baik untuk kebutuhan sehari-hari? Berikut lima perbedaan air fryer dan menggoreng dengan minyak yang perlu kamu ketahui.
1. Penggunaan minyak dan kandungan lemak

Ilustrasi minyak goreng (pexels.com/RDNE Stock project) Perbedaan paling mencolok antara air fryer dan menggoreng dengan minyak terletak pada jumlah minyak yang digunakan. Air fryer bekerja dengan mengalirkan udara panas untuk mematangkan makanan.
Karena itu, kamu biasanya hanya perlu menggunakan sedikit minyak atau bahkan tidak menambahkannya sama sekali, tergantung jenis bahan makanan yang dimasak.
Sebaliknya, metode menggoreng konvensional membutuhkan minyak dalam jumlah lebih banyak. Makanan yang digoreng dapat menyerap sebagian minyak selama proses memasak, sehingga kandungan lemak dan kalorinya bisa meningkat.
Sebagai contoh, kentang yang dimasak menggunakan air fryer dengan sedikit minyak umumnya mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan kentang yang digoreng hingga terendam minyak. Namun, hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh bahan, jumlah minyak, dan cara pengolahan.
Meski begitu, bukan berarti semua makanan yang dimasak menggunakan air fryer otomatis rendah kalori. Jika kamu menggunakan bahan tinggi lemak atau menambahkan banyak minyak dan saus, jumlah kalorinya tetap bisa tinggi.
2. Tekstur dan rasa makanan

Ilustrasi gorengan (Dok. Pixabay/Ivabalk) Pernah merasa gorengan yang dibeli di pinggir jalan memiliki tekstur lebih renyah dibandingkan makanan yang dimasak menggunakan air fryer? Hal ini bisa terjadi karena perbedaan proses pematangan.
Menggoreng dengan minyak panas memungkinkan seluruh permukaan makanan bersentuhan langsung dengan minyak. Proses ini membantu membentuk lapisan luar yang renyah sekaligus menghasilkan cita rasa khas gorengan.
Sementara itu, air fryer memanfaatkan sirkulasi udara panas untuk mengeringkan permukaan makanan dan membentuk tekstur kecokelatan. Hasilnya bisa renyah, tetapi sensasi dan rasanya terkadang berbeda dari gorengan yang dimasak dengan minyak banyak.
Kabar baiknya, hasil air fryer bisa lebih maksimal jika kamu tidak menumpuk makanan di dalam keranjang, mengatur suhu dengan tepat, dan membalik makanan ketika diperlukan.
Untuk makanan seperti kentang, nugget, atau ayam berbumbu, air fryer bisa menjadi pilihan praktis. Namun, jika kamu menginginkan karakteristik gorengan tradisional yang khas, menggoreng dengan minyak mungkin lebih sesuai.
3. Kandungan gizi dan dampaknya bagi kesehatan

Ilustrasi gizi seimbang (Pixels.com/ROMAN ODINTSOV) Mengurangi konsumsi minyak berlebih dapat membantu mengendalikan asupan lemak dan kalori. Karena itu, air fryer bisa menjadi alternatif yang menarik bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gorengan tanpa harus sepenuhnya meninggalkan makanan bertekstur renyah.
Meski demikian, metode memasak bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah makanan tergolong sehat atau tidak. Jenis bahan, ukuran porsi, bumbu, dan pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Misalnya, ayam yang dimasak menggunakan air fryer dengan bumbu sederhana bisa menjadi pilihan yang lebih rendah lemak dibandingkan ayam yang dilapisi tepung tebal lalu digoreng dalam minyak banyak.
Sebaliknya, makanan olahan seperti sosis, nugget, atau kentang beku tetap perlu dikonsumsi secara wajar meskipun dimasak menggunakan air fryer.
Selain itu, kedua metode memasak dengan suhu tinggi dapat memicu pembentukan senyawa tertentu. Pada makanan berpati seperti kentang, misalnya, akrilamida dapat terbentuk ketika makanan dimasak hingga kecokelatan pada suhu tinggi. Karena itu, hindari memasak makanan sampai terlalu gelap atau gosong.
Intinya, air fryer dapat membantu mengurangi penggunaan minyak, tetapi kualitas bahan dan cara memasak tetap menentukan hasil akhirnya.
4. Waktu memasak dan kepraktisan

ilustrasi orang menggunakan air fryer (freepik.com/vecstock) Dari segi kepraktisan, air fryer menawarkan kemudahan karena kamu tidak perlu menyiapkan wajan berisi banyak minyak. Kamu cukup memasukkan bahan makanan ke keranjang, mengatur suhu dan waktu, lalu menunggu hingga matang.
Alat ini juga cocok untuk memasak dalam jumlah kecil, memanaskan kembali makanan tertentu, atau menyiapkan camilan ketika sedang sibuk.
Sementara itu, menggoreng dengan minyak membutuhkan persiapan tambahan, seperti menuangkan minyak, memantau suhu, dan menangani sisa minyak setelah memasak. Metode ini juga memerlukan perhatian lebih karena minyak panas berisiko menimbulkan percikan.
Namun, bukan berarti air fryer selalu lebih cepat. Waktu memasak bergantung pada jenis bahan, ukuran potongan, jumlah makanan, dan kapasitas alat. Untuk memasak dalam jumlah besar, kamu mungkin perlu melakukannya secara bertahap agar makanan matang merata.
Jadi, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan. Jika kamu lebih sering memasak untuk satu atau dua orang, air fryer bisa terasa praktis. Namun, untuk beberapa jenis makanan yang membutuhkan minyak panas dalam jumlah banyak, metode menggoreng konvensional mungkin lebih sesuai.
5. Biaya, perawatan, dan penggunaan sehari-hari

Ilustrasi menggoreng ikan (pexels.com/RDNE Stock project) Selain mempertimbangkan rasa dan kandungan gizi, kamu juga perlu memperhitungkan biaya penggunaan kedua metode memasak ini.
Air fryer membutuhkan biaya pembelian alat di awal dan menggunakan listrik selama pengoperasian. Biaya listriknya bergantung pada daya alat, lama memasak, serta tarif listrik yang berlaku.
Di sisi lain, menggoreng dengan minyak membutuhkan persediaan minyak goreng. Pengeluaran ini bisa bertambah jika kamu sering memasak gorengan atau harus mengganti minyak secara berkala.
Dari segi kebersihan, air fryer umumnya lebih mudah digunakan karena tidak menghasilkan banyak minyak bekas. Meski begitu, keranjang dan bagian yang terkena lemak tetap perlu dibersihkan setelah digunakan agar tidak menimbulkan bau atau penumpukan sisa makanan.
Menggoreng secara konvensional juga membutuhkan perhatian terhadap kebersihan wajan dan penanganan minyak bekas. Hindari menggunakan minyak berulang kali hingga warnanya menggelap, berbau tengik, atau menunjukkan tanda kerusakan lainnya.
Sebelum membeli air fryer, pertimbangkan kapasitas, konsumsi listrik, kemudahan membersihkan alat, dan seberapa sering kamu akan menggunakannya. Dengan begitu, alat yang dibeli benar-benar sesuai dengan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
Air fryer dan menggoreng dengan minyak sama-sama bisa menghasilkan makanan yang lezat, tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam proses memasak, penggunaan minyak, tekstur, hingga kepraktisan.
Air fryer lebih cocok bagi kamu yang ingin mengurangi penggunaan minyak dan mencari cara memasak yang praktis. Sementara itu, menggoreng dengan minyak bisa menjadi pilihan jika kamu menginginkan tekstur dan cita rasa gorengan tradisional.
Namun, makanan yang dimasak menggunakan air fryer tidak otomatis lebih sehat dalam semua kondisi. Jenis bahan, bumbu, porsi, dan suhu memasak tetap perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, kamu tidak harus memilih salah satu metode untuk semua jenis makanan. Gunakan metode memasak sesuai kebutuhan dan imbangi dengan konsumsi sayur, buah, protein, serta makanan bergizi lainnya agar pola makan sehari-hari tetap seimbang.




















