Mengenal Geopark Kaldera Suoh, Warisan Geologi Unik di Lampung Barat

Banyak objek wisata yang bisa dijelajahi

Intinya Sih...

  • Geopark Kaldera Suoh di Lampung Barat merupakan salah satu dari dua warisan geologi nasional di Provinsi Lampung
  • Kaldera Suoh memiliki 21 geosites yang menjadi potensi besar bagi pengembangan wisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar
  • Kaldera Suoh juga memiliki keunikan tersendiri dengan kawah bernama Kawah Nirwana, flora dan fauna langka serta dilindungi, serta berpotensi sebagai tempat pemeliharaan lingkungan

Lampung Barat, IDN Times - Geopark Kaldera Suoh di Lampung Barat merupakan salah satu dari dua warisan geologi nasional di Provinsi Lampung. Tak hanya menjadi kawasan lindung, Kaldera Suoh juga merupakan objek wisata dan sumber kesejahteraan masyatakat sekitar.

Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Lampung Barat, Agustina mengatakan saat ini ada sebanyak 110 warisan geologi tercatat secara nasional termasuk Kaldera Suoh. Sementara di Provinsi Lampung ada dua warisan geologi nasional yakni Kaldera Suoh dan Kaldera Krakatau.

“Ada 21 geosites yang sudah diidentifikasi oleh Badan Geologi Nasional. Ini menjadi potensi yang besar ya tak hanya bagi Lampung Barat tapi juga Provinsi Lampung. Apalagi biodiversitas di dalamnya juga beragam termasuk kita bisa lihat migrasi Burung Belibis dari Australia dari geopark ini,” katanya, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Warga Heboh! Ada Asap Tebal-Suara Dentuman di Keramikan Kawah Nirwana

1. Apa dampak positif Kaldera Suoh setelah ditetapkan jadi warisan geologi nasional?

Mengenal Geopark Kaldera Suoh, Warisan Geologi Unik di Lampung BaratKawah Nirwana. (Instagram/endangguntorocanggu)

Agustina menjelaskan, ditetapkannya Kaldera Suoh sebagai warisan geologi tentu akan berdampak besar bagi masyarakat. Itu dikarenakan Suoh juga akan menjadi perhatian nasional sebagai kawasan geologi yang harus dilindungi.

“Bedanya (pasca ditetapkan menjadi warisan geologi nasional) nanti ini kan bisa jadi pusat perhatian nasional dan dunia. Mendapat pelindungan dari pemerintah pusat, jadi pusat penelitian berbagai universitas nasional, dan tentunya bentuk promosi wisata juga,” ujarnya.

Ditambah pemerintah daerah setempat ternyata menggandeng kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengelola wisata di kawasan Kaldera Suoh. Sehingga diharapkan kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat lewat pengembangan geopark.

2. Keunikan Geopark Kaldera Suoh dibanding geopark lainnya

Mengenal Geopark Kaldera Suoh, Warisan Geologi Unik di Lampung BaratKawah Nirwana. (Instagram/ahassnabila)

Agustina menyebutkan, Kaldera Suoh memiliki keunikannya tersendiri. Geopark ini memiliki kawah bernama Kawah Nirwana dan hanya ada di dunia dan salah satunya adalah Presmatic Hotspring, Yellowstone, Wyoming, USA.

“Usia bebatuan di sini juga sudah sangat tua, kalau menurut data riset itu usia bebatuan di sekitar kawah aktif itu antara 350.000-500.000 tahun. Geopark ini juga satu-satunya taman geologi yang berasal dari gunung purba (Gunung Suoh),” jelasnya.

Selain itu juga memiliki nama lain yakni Lembah Seribu Kawah karena memiliki banyak kawah dengan karakteristik berbeda-beda sehingga sangat indah jika dilihat dari udara.

Ditambah terdapat beberapa flora dan fauna langka serta dilindungi di sini seperti gajah sumatera, harimau sumatera, burung tortor, kukang, tanaman langka, dan ratusan spesies tanaman anggrek.

"Kalau objek wisata banyak sekali ya, ada kawah nirwana, (kawah) keramikan, pemandian air panas, ada juga danau warna, padang savana, dan lain-lain," imbuhnya.

3. Pemberdayaan dan pelatihan pemandu wisata untuk warga setempat

Mengenal Geopark Kaldera Suoh, Warisan Geologi Unik di Lampung BaratGeotermal Suoh. (Instagram/andyinsme8888)

Agustina berharap, Geopark Kaldera Suoh tak hanya akan menjadi destinasi wisata menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegata, tapi juga menjadi tempat pemeliharaan lingkungan.

“Pengembangan wisata di kawasan Suoh sendiri kami lebih ke masyarakat lokal ya. Bagaimana melakukan pengembangan atau bahkan menciptakan UMKM baru melalui pemberdayaan maupun pelatihan pemandu wisata,” tambahnya.

Hal ini juga bisa berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan terancamnya keberadaan suku dari perkembangan global.

“Sosialisasi bencana geologis dan mitigasi itu pasti ada. Apalagi memang ini kawasan rawan ya dari bencana gunung meletus, gempa bumi, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga: Rawan Gas Beracun, Warga Diimbau Tak Dekati Kawah Nirwana 500 Meter

Topik:

  • Rohmah Mustaurida
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya