2,5 Juta Wisatawan Sambangi Bandar Lampung 2025, Lampaui Target

- Wisatawan mancanegara naik drastis hingga 60 persenAdiansyah memaparkan wisatawan Nusantara mencatatkan angka realisasi sebesar 2.488.769 kunjungan dari target 2.420.000. Sementara itu, lonjakan paling fantastis terlihat pada sektor wisatawan mancanegara.
- Rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp13,2 juta per orang
Tak hanya jumlah orang yang bertambah, perputaran uang di sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata belanja atau pengeluaran wisatawan yang berkunjung ke Bandar Lampung mengalami peningkatan dibanding tahun 2024.
Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung mencatat jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Total kunjungan wisatawan mencapai angka 2,5 juta orang lebih, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Adiansyah, Kamis (21/1/2026).
1. Wisatawan mancanegara naik drastis hingga 60 persen

Adiansyah memaparkan, kunjungan wisatawan Nusantara realisasinya 2.488.769 kunjungan dari target 2.420.000. Sementara itu lonjakan paling fantastis terlihat pada sektor wisatawan mancanegara.
"Wisatawan mancanegara dengan target kita 15.500, realisasinya mencapai 24.810. Ada kenaikan realisasi sebesar 60,06 persen," ujarnya.
Secara total keseluruhan, kunjungan wisata di Bandar Lampung naik 3,21 persen dari target yang dipatok.
2. Rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp13,2 juta per orang

Tak hanya jumlah orang yang bertambah, perputaran uang di sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata belanja atau pengeluaran wisatawan yang berkunjung ke Bandar Lampung meningkat dibanding 2024.
"Rata-rata belanja di masing-masing wisatawan itu 13.268.428. Ini terjadi kenaikan dari tahun 2024 yang hanya 13.151.697," jelasnya.
Kenaikan ini didorong oleh kualitas akomodasi di Bandar Lampung yang semakin mumpuni. Termasuk kehadiran hotel-hotel berbintang lima dan destinasi baru seperti Navara dan Ocean View yang mulai beroperasi sejak akhir tahun lalu.
3. Strategi jemput bola jadi kunci

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi promosi yang agresif. Dinas Pariwisata Bandar Lampung melakukan upaya "jemput bola" dengan menggelar kegiatan promosi di luar provinsi untuk menarik minat wisatawan.
"Kita pernah mengadakan Travel Mart di salah satu mal di Palembang. Di sana kita menjual hotel, destinasi, hingga tempat oleh-oleh," jelas Adiansyah.
Selain Palembang, juga melakukan table top di Bandung untuk mempertemukan agen travel lokal dengan pengusaha pariwisata di Jawa Barat.
4. Keunggulan topografi

Adiansyah optimistis pariwisata Bandar Lampung akan terus tumbuh karena faktor alam yang unik.
Menurutnya Bandar Lampung dinilai memiliki keunggulan topografi yang jarang dimiliki kota lain, yakni perpaduan laut, daratan, dan perbukitan.
"Kita diuntungkan karena ada laut, daratan, dan perbukitan. Kita punya view untuk melihat kota sekaligus melihat pantai," tambahnya.
Selain faktor alam, perbaikan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata dan keramahtamahan warga lokal menjadi pilar utama kenyamanan wisatawan di Kota Tapis Berseri ini.


















