Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UIN RIL Usulkan Prodi Sains Keolahragaan
Rapat koordinasi pemberian pertimbangan dan persetujuan pengusulan Prodi baru Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) oleh Senat UIN RIL. (Dok. UIN RIL).

Intinya sih...

  • UIN RIL mengusulkan prodi Sains Keolahragaan berbasis Islam di PTKIN

  • Ciptakan lulusan saintis olahraga profesional dengan prinsip sains

  • Buka peluang kerja sama internasional dengan Loughborough University, Inggris

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mengusulkan pembukaan program studi (prodi) Sains Keolahragaan. Pengusulan ini telah memasuki tahap pertimbangan Senat.

Dekan Fakultas Saintek UIN RIL, Prof Andi Thahir mengatakan, usulan tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terhadap bidang keilmuan Sains Keolahragaan, ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana memadai, hingga dukungan visi misi UIN RIL.

“Sains keolahragaan ini sangat marketable. Sekarang banyak instansi mencari lulusan bidang ini. Kita punya sport center selama ini belum terkelola optimal, dengan prodi ini sport center bisa menjadi laboratorium Sains Keolahragaan. Embung kita juga bisa jadi laboratorium untuk prodi Biologi,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

1. Bakal pelopori prodi Sains Keolahragaan berbasis Islam di PTKIN

Rapat koordinasi pemberian pertimbangan dan persetujuan pengusulan Prodi baru Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) oleh Senat UIN RIL. (Dok. UIN RIL).

Sekretaris Tim Pengusul, Cahniyo Wijaya Kuswanto menyampaikan, Indonesia khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) belum memiliki prodi Sains Keolahragaan. Kebijakan ini bakal menjadi peluang bagi UIN RIL, untuk menjadi pelopor prodi Sains Keolahragaan berbasis Islam di PTKIN.

Selain itu, prodi Sains Keolahragaan di UIN RIL memiliki potensi besar karena ditunjang fasilitas mumpuni mulai dari sport center, panjat dinding, hingga laboratorium fisika, kimia, dan biologi. Fasilitas itu dapat dikolaborasikan untuk pengembangan ilmu.

"Lulusan prodi ini bisa bekerja di berbagai sektor seperti pemerintah daerah, KONI, pusat kebugaran, pusat fisioterapi, lembaga riset, atau menjadi ilmuwan olahraga berbasis teknologi," katanya.

2. Ciptakan lulusan saintis olahraga profesional

Rapat koordinasi pemberian pertimbangan dan persetujuan pengusulan Prodi baru Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) oleh Senat UIN RIL. (Dok. UIN RIL).

Cahniyo melanjutkan lulusan prodi Sains Keolahragaan akan diarahkan menjadi saintis olahraga, yaitu profesional yang menerapkan prinsip-prinsip sains untuk meningkatkan performa atletik dan kebugaran berbasis pemahaman fisiologi, biomekanik, nutrisi, psikologi, serta pengondisian tubuh.

"Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis performa, mengolah data melalui perangkat lunak, merancang program latihan, mendukung pelatih dalam pertandingan, hingga mengevaluasi kemajuan atlet secara terukur dan berbasis sains,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan urgensi pembukaan prodi ini merujuk pada Perpres No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), menekankan pengembangan olahraga ke depan harus berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

"Roadmap Berkelanjutan Olahraga Nasional juga menempatkan sains keolahragaan sebagai fondasi utama pembinaan atlet, kesehatan masyarakat, dan penguatan industri olahraga berkelanjutan," lanjut dia.

3. Buka peluang kerja sama internasional dengan Loughborough University, Inggris

Rapat koordinasi pemberian pertimbangan dan persetujuan pengusulan Prodi baru Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) oleh Senat UIN RIL. (Dok. UIN RIL).

Cahniyo menjelaskan, Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh sejauh ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia memiliki Prodi Sains Keolahragaan. Maka kehadiran prodi serupa di wilayah Sumatra bagian selatan, khususnya Lampung membuka peluang besar bagi UIN RIL untuk menjadi pionir Sains Keolahragaan Islami berbasis saintek dan keberlanjutan.

Menurutnya, usulan prodi ini membuka peluang kerja sama internasional dengan Loughborough University, Inggris sebagai universitas peringkat pertama dunia dalam bidang Sains Keolahragaan versi QS World University Rankings by Subject.

"Program Studi Sains Keolahragaan UIN Raden Intan Lampung diharapkan hadir sebagai solusi mencetak profesional sains keolahragaan Islami yang mampu berkontribusi pada pembangunan manusia, industri olahraga nasional, dan pengembangan peradaban berkelanjutan," imbuhnya.

Editorial Team