Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tujuan Kios di Bekasi, 1.968 Ekor Burung Sumatera Disita di Bakauheni

Tujuan Kios di Bekasi, 1.968 Ekor Burung Sumatera Disita di Bakauheni
Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).
Intinya Sih
  • Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Bandar Lampung menggagalkan penyelundupan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
  • Ribuan burung hendak diselundupkan menggunakan keranjang buah plastik putih dari 3 tempat di Lampung Timur dan Metro ke Bekasi.
  • Pengiriman satwa liar ini tidak dilaporkan kepada petugas karantina dan tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Bandar Lampung kembali menggagalkan aksi penyelundupan satwa liar jenis burung sebanyak 1.968 ekor di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Pengiriman ribuan burung liar ini diungkap, Minggu (26/1/2025) dini hari, setelah sebelumnya petugas juga menggagalkan aksi penyelundupan serupa mengamankan 464 ekor dengan 69 ekor di antaranya jenis burung dilindungi, Jumat (24/1/2025).

"Iya benar, kembali dilakukan pengungkapan dan hasil pemeriksaan serta identifikasi terhadap burung-burung tersebut, didapatkan sebanyak 1.968 ekor," ujar Kasatpel Karantina Lampung Pelabuhan Bakauheni, Akhir Santoso dikonfirmasi, Selasa (28/1/2025).

1. Diangkut dari Tulang Bawang, Lampung Timur dan Metro

Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).
Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).

Akhir menjelaskan, ribuan burung hendak diselundupkan ini dikemas menggunakan keranjang buah plastik putih yang bisa digunakan para pelaku dalam praktik modus semua sebanyak 58 boks.

Jenis burung meliputi pleci sebanyak 272 ekor, jalak kebo (309 ekor), kutilang mas (379 ekor), prenjak (346 ekor), ciblek (182 ekor), pentet (99 ekor), siri siri dada ciklat (7 ekor), kolibri wulung (285 ekor), gelatik (33 ekor), poksai mandarin (1 ekor), tepus tanggir (46 ekor), sikatan (6 ekor), dan kerak basi (3 ekor).

"Burung-burung tersebut dimuat dari tiga tempat yaitu, Menggala Tulang Bawang, Lampung Timur dan Metro yang rencananya akan dikirim dengan tujuan Bekasi," ungkapnya.

2. Dibawa pakai kendaraan minibus pribadi

Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).
Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).

Akhir menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari kegiatan pengawasan rutin petugas Satpel Karantina dan KSKP Bakauheni di pelabuhan setempat, Minggu (26/1/2025) sekitar pukul 02.40 WIB. Saat itu, melintas satu kendaran minibus yang memperlihatkan gelagat mencurigakan.

Alhasil, petugas langsung mengejar kendaraan berplat nomor BE 1336 QV tersebut hingga ke dermaga 2 dan dilakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi.

"Hasil pemeriksaan, benar saja petugas mendapati tengah mengangkut satwa-satwa liar berupa burung berbagai jenis tersebut," katanya.

3. Tujuan pengiriman kios penjualan burung di Bekasi

Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).
Pengungkapan 1.968 ekor burung liar di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (26/1/2025). (Dok. Karantina Lampung).

Hasil pendalaman lebih lanjut, Akhir menambahkan, burung-burung liar ini dikirim oleh inisal S asal Menggala, CR asal Lampung Timur, dan N asal Metro, untuk dikirim ke kios penjualan burung di Bekasi yang nantinya akan diterima oleh T.

Seluruh pengiriman satwa liar burung ini tidak dilaporkan kepada petugas untuk dilakukan tindakan karantina, serta tidak dilengkapi dengan dokumen sebagaimana yang telah dipersyaratkan.

"Karena itu, petugas melakukan penahanan terhadap komoditas tersebut untuk ditindaklanjuti, termasuk mengejar keberadaan pelaku sindikat perdagangan burung liar ini," tegas Akhir.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More