Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PDIP Lampung Tepis Anggapan Abu-abu, Tegaskan Posisi Penyeimbang
DPD PDIP Lampung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • DPD PDIP Lampung menegaskan partainya tetap berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang, menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah pasca tidak memenangkan Pilpres.
  • PDIP siap mendukung kebijakan pro-rakyat dan memberikan kritik konstruktif jika kebijakan dinilai tidak berpihak pada masyarakat, tanpa menyerang secara pribadi.
  • Winarti memastikan sikap politik ini berlaku di seluruh tingkatan kepengurusan partai sesuai arahan Ketum Megawati Soekarnoputri, menepis anggapan bahwa PDIP bersikap abu-abu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - DPD PDI Perjuangan Lampung menegaskan sikap politik partainya tetap konsisten berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang, sekaligus membantah anggapan posisi saat ini bersikap "abu-abu".

Ketua DPD PDIP Lampung, Winarti mengatakan, PDI Perjuangan sejak awal telah mengambil sikap tegas pascatidak memenangkan Pilpres. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut memilih berada di luar pemerintahan, dengan menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

"Posisi PDI Perjuangan jelas dari awal. Ketika kita tidak memenangkan Pilpres, kita di luar pemerintahan, kita sebagai partai penyeimbang," ujarnya dimintai keterangan, Senin (29/6/2026).

1. Dukung kebijakan prorakyat

Peringatan Haul Bung Karno 2026 digelar oleh DPD PDI Perjuangan Lampung, Kamis (25/6/2026). (Dok. PDIP Lampung).

Winarti menjelaskan, peran sebagai partai penyeimbang bukan berarti selalu berseberangan dengan pemerintah. Sebaliknya, PDIP akan mendukung penuh setiap kebijakan berpihak terhadap kepentingan masyarakat.

Namun, apabila terdapat kebijakan dinilai kurang berpihak kepada rakyat, PDIP akan menyampaikan kritik disertai solusi. Menurutnya, kritik diberikan bukan ditujukan kepada pribadi, melainkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

"Kami siap memberikan masukan, kritikan yang sifatnya membangun, solusi, tidak ada yang sifatnya pribadi," tegasnya.

2. Bantah disebut bersikap abu-abu

Konferensi daerah (Konferda) IV DPD PDIP Lampung. (Dok. PDIP Lampung).

Terkait pihak-pihak menilai sikap politik PDIP saat ini terkesan abu-abu, Winarti menegaskan, penilaian tersebut merupakan hak setiap orang, sementara sikap resmi partai tetap jelas.

"Kalau mungkin, maaf, teman kami ada yang berpendapat lain atau kami dianggap abu-abu, itu hak mereka untuk menyampaikan. Tapi PDI Perjuangan punya sikap yang jelas," ucapnya.

3. Sikap di seluruh tingkatan kepengurusan

Konferensi daerah (Konferda) IV DPD PDIP Lampung. (Dok. PDIP Lampung).

Winarti menambahkan, sikap tersebut berlaku di seluruh tingkatan kepengurusan partai. Mulai dari daerah hingga pusat, sekaligus perintah langsung dari Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri.

"Jadi bukan abu-abu. Itu clear, clear and clear. Kami dari daerah sampai pusat memiliki sikap yang sama, mengawal pemerintahan dengan benar, mendukung yang prorakyat dan memberikan masukan apabila ada kebijakan yang tidak pro-rakyat," imbuh mantan Bupati Tulang Bawang tersebut.

Editorial Team

Related Article