Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ngaku Rindu Adik, Dalih Napi Anak Kabur dari LPKA Bandar Lampung
Konferensi pers penangkapan napi anak AE sempat kabur dari LPKA Kelas II Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa).
  • Napi LPKA Kelas II Bandar Lampung, AE (17) kabur karena rindu adiknya yang tinggal di Kota Gajah.
  • AE pura-pura sakit untuk mengakses layanan kesehatan dan membuat sketsa lingkungan LPKA untuk merencanakan pelariannya.
  • AE meminta maaf atas tindakannya kepada petugas dan masyarakat serta kepala LPKA menambahkan bahwa AE membuat sketsa dari kertas nasi bekas kunjungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesawaran, IDN Times - Napi anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar Lampung, AE (17) berdalih kabur alias melarikan diri dari dalam penjara karena tak kuasa menahan rindu ingin bertemu sang adik.

Alasan itu diakui terpidana pembunuh anggota Polres Lampung Tengah Briptu Singgih Abdi Hidayat ini hingga menyusun rencana pelarian dari lingkungan lembaga pembinaan anak berhadapan dengan hukum tersebut.

"Saya kangen sama adik, sudah lama gak ketemu. Adik umur 6 tahun tinggal di Kota Gajah (sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah)," ujarnya dihadapan awak media saat dimintai keterangan oleh petugas LPKA, Selasa (21/5/2024).

1. Perencanaan kabur selama 5 hari

Konferensi pers penangkapan napi anak AE sempat kabur dari LPKA Kelas II Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Dalam menyusun rencana pelarian dirinya, AE mengaku sengaja berpura-pura mengalami sakit kepada petugas, hingga akhirnya dipersilahkan mengakses layanan kesehatan Poliklinik di lembaga setempat.

Disaat itu, dirinya mulai menggambarkan sketsa lingkungan LPKA agar rencana melarikan diri tersebut dapat berjalan mulus.

"Kabur dapat ide sendiri, sekitar sudah 5 harian (menyusun rencana dan menggambar sketsa LPKA), setelah menggambar terus langsung mau praktik," ungkap dia.

2. Sampaikan permohonan maaf

Konferensi pers penangkapan napi anak AE sempat kabur dari LPKA Kelas II Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Atas pembuatannya tersebut, AE menyampaikan permohonan maaf kepada petugas hingga kepala LPKA. Termasuk kepada masyarakat lantaran aksinya telah membuat gaduh dan resah.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua anggota dan untuk masyarakat Lampung Tengah dan seluruh masyarakat Indonesia, karena ulah saya membuat resah. Saya meminta maaf sebesar-besarnya," ucapnya seraya tertunduk.

3. Buat sketsa lingkungan LPKA dari kertas nasi kunjungan

Terpidana anak AE setelah diamankan dan dibawa ke Polsek Bangun Rejo. (IDN Times/Istimewa).

Kepala LPKA Kelas II Bandar Lampung, Anggit Yongki Setiawan menambahkan, pelaku AE dalam beberapa hari terkahir sebelum melarikan diri memang meneluh sakit, sehingga difasilitas layanan kesehatan Poliklinik.

"Menurut pengakuan yang bersangkutan, dia membuat sketsa dari kertas nasi bekas kunjungan, katanya yang bersangkutan membuat sketsa untuk mengamati area kita," tandas dia.

Editorial Team

Related Article