Kondisi Perairan Lampung 14 Oktober 2026, Gelombang 3,2 Meter

- Perairan Barat Lampung menjadi wilayah paling perlu diwaspadai pada 14 Oktober 2026, dengan gelombang 2,8–3,2 meter serta hembusan angin hingga 31 knot.
- Selat Sunda selatan Lampung diprakirakan mengalami gelombang 2,7–2,8 meter, sementara cuaca bervariasi dari hujan ringan hingga cerah berawan dan hembusan angin mencapai 26 knot.
- Teluk Lampung dan Perairan Timur Lampung relatif lebih tenang dengan gelombang 0,7–1,5 meter, tetapi nelayan serta operator kapal tetap perlu memantau perubahan angin dan kondisi terbaru.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Rabu (14/10/2026) perlu diwaspadai. Berdasarkan prakiraan maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi gelombang dan angin di perairan Lampung bervariasi.
Wilayah yang paling perlu diwaspadai adalah Perairan Barat Lampung dengan gelombang mencapai 3,2 meter dan Selat Sunda Selatan Lampung dengan gelombang sekitar 2,8 meter. Sebaliknya, Selat Sunda bagian utara dan Perairan Timur Lampung bagian selatan relatif lebih tenang, dengan gelombang di bawah 1 meter pada sejumlah waktu pemantauan.
Untuk itu, nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan kondisi perairan sesuai wilayah pelayaran masing-masing. Pasalnya, kondisi gelombang dan angin dapat berubah sehingga keputusan pelayaran perlu mempertimbangkan informasi terbaru serta karakteristik kapal yang digunakan.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Suhu Udara | Kelembapan | Arah dan Kecepatan Angin | Tinggi Gelombang | Arus Laut | Arus Laut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Berawan hingga udara kabur | 27–28°C | 84–89% | Selatan–tenggara, 15–16 knot | 2,8–3,2 meter | Barat hingga barat laut, sekitar 0,9–1,1 knot | Barat hingga barat laut, sekitar 0,9–1,1 knot |
Selat Sunda Selatan Lampung | Hujan ringan, berawan hingga cerah berawan | 26–28°C | 81–89% | Timur–tenggara, 8–15 knot | 2,7–2,8 meter | Barat, sekitar 1,4–1,5 knot | Barat, sekitar 1,4–1,5 knot |
Selat Sunda Bagian Utara | Cerah berawan, berawan, hingga hujan ringan | 26–31°C | 75–86% | Timur laut–timur, 3–7 knot | 0,4–0,9 meter | Barat daya, sekitar 0,9–3,2 knot | Barat daya, sekitar 0,9–3,2 knot |
Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan | Cerah berawan hingga berawan | 27–28°C | 78–86% | Timur–tenggara, 3–9 knot | 0,9–1,2 meter | Barat, sekitar 1,7–2,3 knot | Barat, sekitar 1,7–2,3 knot |
Perairan Teluk Lampung Bagian Utara | Cerah berawan hingga berawan | 27–28°C | 80–85% | Timur–tenggara, 4–9 knot | 1,2–1,5 meter | Barat hingga barat laut, sekitar 0,7–1,0 knot | Barat hingga barat laut, sekitar 0,7–1,0 knot |
Perairan Timur Lampung Bagian Selatan | Cerah berawan hingga berawan tebal | 28–30°C | 71–76% | Timur–timur laut, 7–9 knot | 0,7–0,8 meter | Selatan hingga barat daya, sekitar 1,0–1,7 knot | Selatan hingga barat daya, sekitar 1,0–1,7 knot |
2. Perairan Barat Lampung paling perlu diwaspadai

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,8–3,2 meter sepanjang sejumlah waktu pemantauan pada 14 Oktober 2026. Angin diprakirakan bertiup dari selatan hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 15–16 knot. Hembusan angin sesaat dapat mencapai 26–31 knot.
Kondisi ini berpotensi menyulitkan aktivitas nelayan, terutama pengguna perahu kecil. Kapal yang beroperasi di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi gelombang dan angin sebelum berlayar.
3. Selat Sunda Selatan juga menghadapi gelombang tinggi

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris) Selat Sunda bagian selatan Lampung diprakirakan mengalami gelombang sekitar 2,7 meter–2,8 meter pada sejumlah waktu pengamatan.
Cuaca di kawasan ini bervariasi, mulai dari hujan ringan hingga cerah berawan. Kecepatan angin diprakirakan berkisar 8–15 knot, dengan hembusan mencapai 22–26 knot.
Pengguna jasa pelayaran dan nelayan perlu memperhatikan perubahan kondisi laut. Tinggi gelombang yang cukup besar tetap berpotensi meningkatkan risiko pelayaran meskipun cuaca sesaat terlihat cerah.
4. Perairan Teluk Lampung relatif lebih tenang

ilustrasi gelombang tinggi (pexels.com/Ondosan Sinaga) Berbeda dari wilayah barat dan selatan, perairan Teluk Lampung diprakirakan memiliki gelombang yang lebih rendah. Teluk Lampung bagian selatan gelombang sekitar 0,9–1,2 meter dan Teluk Lampung bagian utara gelombang sekitar 1,2–1,5 meter.
Cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan. Kecepatan angin di kedua wilayah berkisar 3–9 knot. Meski gelombangnya lebih rendah dibandingkan perairan barat, kondisi laut tetap perlu dipantau karena perubahan angin dapat memengaruhi keadaan perairan setempat.
5. Perairan Timur Lampung juga relatif tenang

ilustrasi gelombang tsunami (pixabay.com/KELLEPICS) Perairan Timur Lampung bagian selatan diprakirakan memiliki gelombang sekitar 0,7–0,8 meter, dengan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Suhu udara diprakirakan berkisar 28–30 derajat Celsius, sedangkan kecepatan angin sekitar 7–9 knot.
Dibandingkan perairan barat, kondisi gelombang di kawasan timur relatif lebih rendah. Namun, nelayan tetap perlu memperhatikan kondisi aktual di lokasi penangkapan ikan dan mengikuti informasi keselamatan pelayaran.


















