Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kondisi Perairan Lampung 15 Oktober 2026: Gelombang Tinggi 3,2 Meter

Bandar Lampung
4 min read
Kondisi Perairan Lampung 15 Oktober 2026: Gelombang Tinggi 3,2 Meter
Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris)
  • BMKG memberlakukan peringatan gelombang tinggi di perairan Lampung pada 14–17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, terutama Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
  • Perairan Barat Lampung diprakirakan mengalami gelombang 2,4–3,1 meter, sedangkan Selat Sunda Selatan mencapai 2,8 meter, dipengaruhi angin dari tenggara hingga selatan.
  • Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 1,1 meter, namun nelayan dan pengguna pelayaran tetap diminta memantau pembaruan BMKG, angin, serta arus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Sejumlah wilayah perairan Lampung perlu diwaspadai, Kamis (15/10/2026). Itu karena, BMKG menetapkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku pada 14–17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam periode tersebut, Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung masuk kategori gelombang tinggi.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang laut berpotensi mencapai 3,2 meter di Perairan Barat Lampung.

Sedangkan Selat Sunda bagian selatan Lampung diprakirakan mengalami gelombang hingga 2,8 meter pada waktu tertentu. Sementara itu, Perairan Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 1,1 meter pada dini hari.

Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir perlu memantau pembaruan BMKG sebelum beraktivitas. Prakiraan ini merupakan informasi meteorologis, bukan jaminan kondisi laut aktual, sehingga keputusan berlayar tetap harus mempertimbangkan peringatan terbaru dan arahan otoritas setempat.

Berikut IDN Times sajikan prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung 15 Oktober 2026

Wilayah Perairan

Kondisi Cuaca

Kecepatan dan Arah Angin

Tinggi Gelombang

Perairan Barat Lampung

Udara kabur hingga berawan tebal, berpotensi hujan ringan pada waktu tertentu

11–16 knot, dominan dari tenggara hingga selatan

2,4–3,1 meter

Selat Sunda bagian selatan Lampung

Hujan ringan pada dini hari, kemudian berkabut hingga berawan tebal

7–17 knot, dominan dari tenggara

1,9–2,8 meter

Perairan Teluk Lampung bagian selatan

Berawan, cerah berawan, dan udara kabur

Sekitar 2–10 knot, arah angin bervariasi

Sekitar 0,8–1,1 meter pada sejumlah waktu pengamatan

  1. 2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 3,1 meter

    ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop)
    ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop)

    Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius. Data BMKG menunjukkan gelombang diprakirakan berada pada kisaran 2,4–3,1 meter sepanjang periode pengamatan pada 15 Oktober.

    Pada dini hari, gelombang diprakirakan sekitar 3,1 meter, kemudian berangsur turun menjadi 2,5 meter pada siang hari. Gelombang kembali meningkat hingga sekitar 2,8 meter pada sore dan malam hari.

    Kecepatan angin diprakirakan berkisar 11–16 knot, dengan arah dominan dari tenggara hingga selatan. Cuaca berpotensi berupa udara kabur dan berawan, serta hujan ringan pada waktu tertentu.

    Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi nelayan yang menggunakan kapal kecil. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko kapal kehilangan kestabilan, terutama ketika menghadapi perubahan arah angin dan arus laut.

  2. 3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang hingga 2,8 meter

    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)
    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)

    Selat Sunda bagian selatan Lampung juga masuk kategori perairan dengan potensi gelombang tinggi. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang pada dini hari mencapai sekitar 2,8 meter.

    Gelombang diprakirakan menurun menjadi sekitar 2,4 meter pada pagi hari. Kemudian meningkat kembali hingga 2,8 meter pada sore sampai malam hari.

    Kecepatan angin berkisar 7–17 knot, dengan arah dominan dari tenggara. Hembusan angin maksimum pada beberapa waktu pengamatan dapat mencapai 20–22 knot.

    Sementara itu, kondisi cuaca diprakirakan mengalami perubahan dari hujan ringan pada dini hari menjadi kabut atau udara kabur pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore, cuaca berpotensi berawan tebal.

    Kondisi tersebut perlu diperhatikan kapal penyeberangan, nelayan, serta pengguna transportasi laut yang melintasi kawasan Selat Sunda. Pengguna jasa pelayaran sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat.

  3. 4. Teluk Lampung bagian Selatan relatif lebih tenang

    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)
    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)

    Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, Perairan Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan relatif lebih tenang. Data BMKG pada dini hari menunjukkan tinggi gelombang sekitar 1,1 meter.

    Cuaca diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius, kelembapan 84 persen, dan kecepatan angin sekitar 6 knot dari tenggara. Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,3 knot.

    Meski demikian, kondisi perairan tetap dapat berubah. Nelayan dan operator kapal perlu memperhatikan perkembangan cuaca, khususnya ketika terjadi peningkatan kecepatan angin atau perubahan arah arus.

  4. 5. Pola angin dan arus laut di perairan Lampung

    ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout)
    ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout)

    BMKG menyebutkan pola angin di wilayah perairan Lampung secara umum bergerak dari arah timur hingga selatan, dengan kecepatan berkisar 2–25 knot selama periode peringatan 14–17 Oktober 2026.

    Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Teluk Lampung bagian selatan. Kondisi angin tersebut dapat memengaruhi tinggi gelombang serta keselamatan aktivitas pelayaran.

    Selain angin, arus laut juga perlu diperhatikan. Berdasarkan prakiraan BMKG:

    • Perairan Barat Lampung: arus dominan bergerak ke barat atau barat laut dengan kecepatan sekitar 0,9–1,1 knot.
    • Selat Sunda Selatan Lampung: arus dominan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 1,3–1,5 knot.
    • Teluk Lampung bagian selatan: arus bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,3 knot pada dini hari.
    • Arus laut dapat memengaruhi manuver kapal, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi. Karena itu, pengguna transportasi laut perlu mempertimbangkan kondisi angin, arus, dan gelombang secara bersamaan.

  5. 6. Peringatan gelombang tinggi BMKG berlaku hingga 17 Oktober

    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)
    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)

    Peringatan dini BMKG untuk wilayah Lampung berlaku mulai 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, dua wilayah perairan Lampung masuk kategori gelombang tinggi, yakni Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.

    Adapun Perairan Teluk Lampung bagian selatan masuk kategori gelombang sedang dalam klasifikasi peringatan BMKG, meskipun prakiraan pada sejumlah waktu menunjukkan gelombang yang lebih rendah. Kategori peringatan berlaku untuk periode dan wilayah yang ditetapkan, sehingga tidak selalu sama dengan angka gelombang pada satu jam tertentu.

    Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Nelayan dengan kapal kecil dan pengguna jasa pelayaran perlu lebih berhati-hati ketika menghadapi gelombang tinggi serta angin kencang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More