Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Keluarga Sesalkan Siswa SMK jadi Korban Insiden Jatuh dari Crane

Keluarga Sesalkan Siswa SMK jadi Korban Insiden Jatuh dari Crane
Penampakan kedua korban jatuh dari crane mobil Dinas PU Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Keluarga korban kecelakaan crane di Bandar Lampung menyesalkan kurangnya K3 dan pengawasan saat korban PKL melakukan pekerjaan.
  • Korban mengalami luka serius dan harus menjalani serangkaian operasi akibat kecelakaan tersebut.
  • Pemkot Bandar Lampung akan menanggung biaya pengobatan korban, namun keluarga meminta audit dan evaluasi terhadap Dinas PU agar tidak terulang kejadian serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Keluarga korban selamat menyesalkan insiden kecelakaan kerja crane ambrol di jalur layang atau flyover di Kota Bandar Lampung. Salah satu korban Boby Fatir (17) diketahui masih berstatus pelajar SMK sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Dinas PU Bandar Lampung.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Boby Fatir bersama korban tewas Darmawan Wibisono (54) merupakan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) terjatuh dari atas mobil crane dioperasikan saat memperbaiki lampu jalan di flyover setempat, Senin (29/7/2024).

"Kami sangat menyayangkan kenapa anak PKL diminta kerja seperti itu. Apalagi tidak ada prosedur K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) yang ditetapkan di lapangan," ujar Doni Andika, kakak kandung korban Boby Fatir, Selasa (30/7/2024).

1. Pertanyakan K3 hingga alasan korban ikut naik crane

Ibu korban Boby Fatir. (IDN Times/Istimewa).
Ibu korban Boby Fatir. (IDN Times/Istimewa).

Doni melanjutkan, pihak keluarga amat terkejut saat mendengar kabar peristiwa menimpa adiknya tersebut. Apalagi saat ditelusuri siswa SMK itu tidak satupun menggunakan atau dilengkapi alat pengaman kerja.

Keluarga turut mempertanyakan alasan Dinas PU Kota Bandar Lampung membiarkan bahkan memerintahkan siswa PKL ikut naik melakukan pekerja dari atas mobil crane.

"Gurunya (pengawas siswa PKL) saja bilang ini kenapa anak PKL disuruh ikut naik crane. Sedangkan mobil crane itu seharusnya untuk satu orang. Bisa saja dua, asal kondisinya masih bagus," sesalnya.

2. Korban selamat alami luka-luka serius

Penampakan lokasi 2 pekerja crane terjatuh di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Penampakan lokasi 2 pekerja crane terjatuh di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Terkait peristiwa ini, Doni mengungkapkan, sang adik mengalami luka-luka serius seperti patah tangan kanan, patah tulang paha, tulang pipi retak, dan luka bakar akibat handphone disimpan korban Boby Fatir dalam saku meledak setelah jatuh terbentur.

Seiring dengan kondisi tersebut, dikatakan korban Boby Fatir harus menjalani serangkaian kegiatan operasi di rumah sakit.

"Pemkot Bandar Lampung harus melakukan audit dan evaluasi terhadap Dinas PU, agar tidak ada lagi kejadian serupa. Terutama persoalan prosedur K3 di lapangan," ucapnya.

3. Pemkot Bandar Lampung tanggung semua biaya pengobatan

Mobil crane Dinas PU Bandar Lampung digunakan kedua korban. (DOK. Inafis Polresta Bandar Lampung).
Mobil crane Dinas PU Bandar Lampung digunakan kedua korban. (DOK. Inafis Polresta Bandar Lampung).

Doni turut mengucapkan terima kasih atas respon cepat pihak Pemkot Bandar Lampung telah menyatakan bakal menanggung seluruh biaya pengobatan korban sang adik.

"Sudah, dari pihak pemkot sudah bertanggungjawab untuk biaya pengobatan, ya kami sudah bersyukur, tapi harus ada evaluasi semacamnya," tandas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More