Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla TNWK: 13 Hotspot Masih Dipadamkan, Water Bombing Disiapkan
Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).
  • Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, masih berlangsung dengan 13 hotspot terpantau hingga Sabtu sore; pemadaman dilakukan tim gabungan.
  • Akses lokasi yang jauh, minim kanal air, serta angin kencang dan asap tebal membuat petugas mengandalkan peralatan manual dalam upaya pemadaman.
  • Pemprov Lampung berkoordinasi dengan BNPB untuk water bombing mulai Minggu dan modifikasi cuaca pada Senin, guna mencegah api meluas serta melindungi satwa dan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur masih terus berlangsung. Sebanyak 13 titik hotspot atau anomali panas terpantau hingga Sabtu (22/8/2026) sore.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan laporan kebakaran diterima, Jumat (21/8/2026) malam. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kemudian berkoordinasi dengan BPBD Lampung Timur, pengelola TNWK, TNI-Polri, hingga masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman.

"Sampai dengan sore tadi, saya dilaporkan ada 13 titik hotspot atau anomali panas di lokasi tersebut. Di 13 titik tersebut sedang berlangsung sampai sekarang upaya pemadaman," ujar Jihan dalam keterangannya.

1. Akses jadi kendala utama

Tangkap layar unggahan peristiwa kebakaran melalap lahan dan hutan di TN Way Kambas. (TikTok/@karimaaiaaaa).

Jihan melanjutkan, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satu paling menyulitkan petugas ialah kondisi akses menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh dari jangkauan kendaraan.

Akibatnya, tim gabungan masih mengandalkan peralatan manual dan sederhana untuk memadamkan api. Kondisi tersebut semakin sulit karena lokasi kebakaran juga berada jauh dari kanal air.

"Selain itu, angin yang berhembus kencang di wilayah tersebut membuat kabut asap tebal dan juga mengganggu pandangan tim pemadam kebakaran.

2. Water bombing segera dikerahkan

Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).

Guna mempercepat penanganan, Pemprov Lampung telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dilakukan pemadaman melalui operasi udara menggunakan water bombing.

Jihan menyebutkan, upaya water bombing direncanakan mulai dilakukan pada Minggu (23/8/2026) pagi. Selain itu, BNPB juga telah menjadwalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla.

"Di hari Senin, insya Allah akan ada modifikasi cuaca yang sudah terjadwal atau dicadangkan oleh BNPB kepada kami," ucapnya.

3. Pemprov khawatir api meluas

Personel polisi ikut memadamkan api di kawasan hutan dan lahan TN Way Kambas. (Dok. Polda Lampung).

Jihan mengharapkan upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan dapat mencegah titik api meluas. Pemerintah daerah juga mewaspadai dampak kebakaran terhadap satwa liar yang berada di kawasan konservasi tersebut.

Ia menyebut, keberadaan satwa seperti gajah dan badak menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla TNWK.

"Mohon doanya terus teman-teman supaya tidak meluas titik api, tidak meluas titik hotspot-nya, dan juga tidak berdampak serius kepada hewan-hewan di sana: gajah, badak, dan lain-lain, juga masyarakat tentunya," imbuh wagub.

Curated For You

Editorial Team

Related Article