Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kabut Asap Way Kambas Selimuti Lamteng, Warga Diminta Pakai Masker
Potret pemukiman warga Bandar Surabaya, Lampung Tengah diselimuti kabut asap karhutla Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa)
  • Kabut asap akibat karhutla di Taman Nasional Way Kambas telah menyelimuti Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah, selama sekitar tiga pekan.

  • Dinas Kesehatan Lampung Tengah menyiagakan tim bergilir di posko kesehatan dan belum menerima laporan keluhan serius yang terkait langsung dengan paparan asap.

  • Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan serta memakai masker untuk melindungi pernapasan; pembelajaran daring bukan rekomendasi langsung Dinkes.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Tengah, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Khususnya wilayah Kecamatan Bandar Surabaya. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, dr Josi Harnos mengatakan, dampak asap karhutla telah dirasakan cukup lama oleh masyarakat maupun petugas yang berada di wilayah terdampak.

"Sudah hampir tiga minggu yang lalu. Memang untuk tim kesehatan, kita sudah tempatkan posko di sana bertugas secara bergantian," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

1. Petugas kesehatan siaga di wilayah terdampak

Potret pemukiman warga Bandar Surabaya, Lampung Tengah diselimuti kabut asap karhutla Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur

Josi menjelaskan, Dinas Kesehatan Lampung Tengah telah menempatkan tim kesehatan untuk berjaga di posko kesehatan. Petugas dikerahkan bergantian untuk memantau kondisi kesehatan di tengah paparan asap karhutla.

Menurutnya, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya keluhan kesehatan serius dari masyarakat yang secara langsung berkaitan dengan kabut asap tersebut.

"Sejauh ini belum dengar dari kepala puskesmasnya. Kalau memang sudah ada laporan, paling mereka antisipasi dengan membagikan masker," ucapnya.

2. Warga diminta kurangi aktivitas di luar rumah

ilustrasi pakai masker (pexels.com/Nothing Ahead)

Dinkes Lampung Tengah juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap, termasuk penggunaan masker juga dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap.

"Dari awal sudah dijelaskan untuk menjaga kesehatan pernapasan. Salah satunya menggunakan masker," kata Josi.

3. Sekolah daring bukan rekomendasi Dinkes

Potret siswa-siswi di Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan belajar daring akibat kabut asap karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (Dok. Disdikbud Lamteng).

Terkait penerapan belajar daring di wilayah terdampak, Josi menegaskan, kebijakan teras bukan merupakan rekomendasi langsung dari Dinas Kesehatan Lampung Tengah.

Namun, keputusan tersebut kemungkinan diambil berdasarkan pertimbangan masing-masing pihak, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

"Kalau untuk daring, saya baru dengar. Mungkin kalau untuk pertimbangan kesehatan dari mereka sendiri, ya bisa saja," imbuh Ketua IDI Wilayah Lampung IDI Wilayah Lampung tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article