Lampung Selatan, IDN Times - Biji pinang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, kini punya nilai tambah. Melalui inovasi EcoDye Pinang, dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengajarkan masyarakat mengolah biji pinang menjadi pewarna alami ramah lingkungan berpotensi menjadi produk unggulan desa.
Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) itu tak hanya sebatas sosialisasi. Warga mendapat pelatihan langsung mulai dari proses ekstraksi, formulasi, hingga teknik pengaplikasian pewarna alami pada kain. Inovasi tersebut juga dinilai memiliki peluang dikembangkan untuk produk kerajinan dan tekstil bernilai ekonomi.
