Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Anak Krakatau Erupsi hingga 8 Kali, Kolom Abu Capai 400 Meter
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (24/8/2026). (Dok. Magma ESDM).
  • Gunung Anak Krakatau mengalami delapan erupsi pada Senin, 24 Agustus 2026, sejak pagi hingga pukul 15.24 WIB di Lampung Selatan.
  • Erupsi terbaru memuntahkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak, berwarna kelabu hingga hitam, bergerak ke utara dan timur laut.
  • Gunung Anak Krakatau berstatus siaga; masyarakat dan nelayan diminta tidak mendekat, memantau perkembangan, serta mengikuti rekomendasi dan informasi resmi petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan aktivitas erupsi, Senin (24/8/2026). Delapan kali erupsi telah terjadi sejak pagi hingga pukul 15.24 WIB.

Berdasarkan data Magma ESDM, tercatat erupsi terbaru terjadi pada pukul 15.24 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi 26 detik.

Sebelumnya, erupsi terjadi pada pukul 11.54 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 350 meter di atas puncak atau 507 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.

Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 68 milimeter dengan durasi 29 detik. Kemudian pada pukul 11.22 WIB, GAK kembali erupsi.

Kolom abu teramati setinggi sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl, dengan arah sebaran ke barat dan barat laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan berlangsung selama 20 detik.

1. Erupsi beruntun sejak pagi

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (24/8/2026). (Dok. Magma ESDM).

Masih merujuk data tersebut, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga terjadi beruntun sejak pukul 09.41 WIB. Pada jam awal tersebut, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 mdpl.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 52 milimeter dengan durasi cukup panjang, yakni 77 detik.

Dua menit kemudian, tepatnya pukul 09.43 WIB, kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak. Erupsi berlangsung selama 25 detik dengan amplitudo maksimum 49 milimeter.

Aktivitas kemudian berlanjut pada pukul 10.11 WIB, 10.24 WIB, dan 10.48 WIB. Ketiga erupsi tersebut menghasilkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 200-250 meter di atas puncak.

Pada saat laporan erupsi pukul 10.11 WIB, 10.24 WIB, dan 10.48 WIB dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

2. Kolom abu teramati jelas

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (24/8/2026). (Dok. Magma ESDM).

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi mengatakan, aktivitas erupsi masih menjadi perhatian karena dalam satu hari terjadi beberapa kali letusan dengan kolom abu yang teramati cukup jelas.

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Masyarakat maupun nelayan diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunung dan mengikuti informasi resmi dari petugas," katanya.

3. Imbau masyarakat tetap waspada

Sejumlah wisatawan kedapatan beraktivitas di Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa).

Sejalan dengan kondisi ini, Andi menambahkan, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan tetap mengikuti rekomendasi, serta informasi resmi dari otoritas terkait.

"Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus siaga, kami minta semua masyarakat tetap waspada," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article